Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Ferry Irwandi Sentil Danantara Bentukan Prabowo: Jika Gagal, Bisa Jadi Bencana Ekonomi!

Laila Zakiya • Selasa, 18 Februari 2025 | 16:41 WIB
Soal Danantara buatan Prabowo Subianto, Ferry Irwandi sebut bisa jai bencana ekonomi.
Soal Danantara buatan Prabowo Subianto, Ferry Irwandi sebut bisa jai bencana ekonomi.

SOLOBALAPAN.COM - Pembentukan Danantara, lembaga investasi bentukan Presiden Prabowo Subianto, tengah menjadi sorotan publik.

Prabowo mengklaim bahwa Danantara akan menjadi kekuatan ekonomi baru untuk masa depan Indonesia dengan mengoptimalkan pengelolaan aset negara.

Namun, tak semua pihak optimis dengan keberadaan lembaga ini.

Salah satu yang menyampaikan kritik tajam adalah Ferry Irwandi, seorang analis ekonomi dengan lebih dari 190 ribu pengikut di X (dulunya Twitter).

Ferry membeberkan bagaimana cara kerja Danantara dan dampak besar yang bisa terjadi jika lembaga ini gagal dalam implementasinya.

Dalam cuitannya pada 18 Februari 2025, Ferry menjelaskan bahwa Danantara akan menggunakan dividen dari BUMN untuk diinvestasikan kembali.

"Dulu BUMN kalau dapat dividen dikasih ke APBN terus duitnya dipakai buat belanja, nah sekarang Danantara, duitnya gak dipakai langsung untuk belanja, tapi investasi," ujar Ferry.

Sebagai gambaran, jika dividen BUMN pada 2025 mencapai Rp300 triliun, maka sebagian dana tersebut akan dikelola oleh Danantara untuk diinvestasikan dalam berbagai sektor, mulai dari saham, obligasi, properti, infrastruktur, hingga bisnis strategis baik di dalam maupun luar negeri.

Ferry juga membandingkan Danantara dengan Temasek, perusahaan investasi milik pemerintah Singapura. Namun, ia menegaskan bahwa ada perbedaan mendasar.

Jika Temasek mengelola aset yang sudah ada dari portofolio global serta dividen yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan besar.

Sedangkan Danantara mengambil dana dari dividen BUMN, Penyertaan Modal Negara (PMN), efisiensi APBN, dan aset milik BUMN.

Perbedaan inilah yang membuat Ferry melihat adanya risiko besar dalam proyek ini.

Menurut Ferry, jika Danantara berhasil, ekonomi Indonesia bisa mendapat dampak positif, termasuk menarik investasi global dan mengurangi ketergantungan negara pada pajak.

Namun, jika gagal, konsekuensinya bisa sangat berbahaya.

"Kalau gagal bisa jadi bencana ekonomi, defisit APBN bakal gede banget, belum potential loss-nya, terus subsidi APBN lagi yang mana sangat kontraproduktif. Investor yang sudah sulit pun bakal lebih menjauh, kerugian BUMN bakal lebih gede dan pasti menyeret BUMN yang 'sehat'," jelasnya.

Lebih lanjut, Ferry menegaskan bahwa Danantara hanya memiliki satu kali kesempatan.

Jika proyek ini disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, akibatnya bisa lebih buruk daripada sekadar kerugian ekonomi.

"Itu baru sedikit dari segala kemungkinan yang bisa terjadi, singkatnya proyek ini sama sekali gak boleh gagal, gak boleh main-main, apalagi kalau cuma jadi bancakan proyek untuk kepentingan pribadi. Kalau sampai kejadian, hukum mati saja gak cukup buat yang ngelakuin," tegas Ferry.

Ferry menekankan bahwa agar Danantara bisa berjalan dengan aman, beberapa hal harus dilakukan:

- Menjaga independensi Danantara dari kepentingan politik.
- Menetapkan target Return on Investment (ROI) yang jelas.
- Memastikan performa BUMN terus meningkat.
- Menjaga transparansi dan akuntabilitas, agar publik tahu ke mana dana diinvestasikan dan bagaimana proyeksinya.

Tanpa transparansi, menurut Ferry, proyek ini bisa menjadi skandal besar.

"Anw ketika berjalan ya mesti transparan banget, kita tahu tuh duit ditaruhnya di mana, proyeksinya gimana, progressnya kayak apa. Ini kalau gak dilakuin ya lucu sih," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Presoiden RI Prabowo Subianto telah menetapkan Danantara sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Namun, jika melihat dari kritik Ferry Irwandi, menunjukkan bahwa proyek ini penuh dengan risiko. Jika sukses, Danantara bisa menjadi alat yang kuat untuk mempercepat investasi negara.

Namun, jika gagal, seperti yang diingatkan Ferry, Indonesia bisa menghadapi krisis ekonomi besar akibat defisit APBN yang membengkak dan kepercayaan investor yang semakin turun. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #prabowo subianto #Danantara #ferry irwandi