SOLOBALAPAN.COM - Tagar #KaburAjaDulu tengah viral di berbagai platform media sosial, menunjukkan fenomena anak muda Indonesia yang ingin meninggalkan tanah air untuk mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri.
Tren ini semakin ramai diperbincangkan setelah banyak netizen berbagi pengalaman dan impian mereka untuk menetap di negara lain.
Salah satu yang ikut meramaikan tren ini adalah pengguna TikTok @ladyajourney, yang membagikan kisahnya setelah berhasil pindah ke Selandia Baru.
“Dari dulu punya mimpi tinggal di luar negeri, dan Alhamdulillah sekarang suami dikasih kesempatan buat kerja di NZ. Tinggal di kota kecil dgn penduduk hanya 7rb orang, gaada mall, gaada bioskop, dikelilingi gunung dan banyak danau cantik. Jadi lebih bersyukur dgn semua nikmat dan keterbatasan yg kami alami meskipun di ujung dunia,” tulisnya.
Dalam videonya, ia juga menambahkan, "POV: Pasutri ngikutin trend #KaburAjaDulu dan slow living di kota kecil New Zealand", sembari menampilkan keindahan tempat tinggalnya yang jauh dari hiruk-pikuk kota besar.
Selain @ladyajourney, banyak netizen lainnya yang ikut memberikan respons terhadap tren ini.
Beberapa mengungkapkan keinginan mereka untuk meninggalkan Indonesia demi kehidupan yang lebih baik.
"Pengen siapa tau jodoh di luar, bukan di Indo. Susah banget cari kerja di Indo, berasa ketuaan, berasa nggak bisa apa-apa." tulis Olip Langit.
"Kira-kira gw mau kabur ke mana ya? Modal belum ada. Bahasa negara lain belum bisa. Cuma bisa bilang I love you doang." lanjut @angkurniawan249
"I hope nanti pasanganku menerima ide gilaku untuk menuhin tagar yang rame di tweet ini! Ausbildung ke Jerman atau TG ke Jepang, yang penting ga Taiwan." tulis warganet.
Tagar ini mencerminkan perasaan frustrasi yang dirasakan oleh sebagian anak muda Indonesia terkait berbagai kondisi di dalam negeri, mulai dari persaingan kerja yang ketat, pemotongan dana pendidikan, hingga maraknya isu PHK massal.
Fenomena ini muncul di tengah berbagai isu yang sedang berkembang di Indonesia, di antaranya Efisiensi anggaran yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk pendidikan dan tenaga kerja.
Selain itu belakangan ini juga ada isu meningkatnya jumlah PHK dan sulitnya mendapatkan lowongan pekerjaan dengan gaji yang layak.
Hal ini mendorong semakin banyak anak muda yang melirik peluang untuk bekerja, belajar, atau bahkan menetap di luar negeri.
Berbagai program seperti Ausbildung ke Jerman, tenaga kerja ke Jepang, hingga peluang kerja di Selandia Baru dan Australia menjadi incaran utama mereka yang ingin "kabur" dari Indonesia.
Tren #KaburAjaDulu memperlihatkan keinginan banyak anak muda Indonesia untuk mencari kehidupan lain di luar negeri.
Editor : Nindia Aprilia