SOLOBALAPAN.COM - Orkes Melayu (OM) Lorenza, yang dikenal karena membawa musik dangdut klasik atau lawas, kini tengah meraih popularitas berkat salah satu lagu andalannya, Tambal Ban.
Lagu ini mengisahkan kehidupan seorang tukang tambal ban, sosok yang sering kali diperlukan oleh para pengendara jalan untuk memperbaiki ban kendaraan yang bocor.
Melalui video penampilannya, OM Lorenza berhasil menarik perhatian publik, terutama di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Di video tersebut, terlihat ribuan penggemar dangdut lawas yang menikmati irama musik sambil bergoyang dengan riang.
Tidak hanya menikmati musik, mereka juga ikut bernyanyi dengan penuh semangat dan menge, menambah semarak acara yang ada.
Joko, sang master of ceremony sekaligus penyanyi utama OM Lorenza, mengungkapkan bahwa dirinya sangat terkejut dengan betapa cepatnya lagu Tambal Ban mendapat perhatian luas dan viral di media sosial.
Dia mengungkapkan bahwa dia tidak mengetahui secara pasti siapa yang menciptakan lagu tersebut.
“Kami menemukan lagu itu di YouTube, lalu kami aransemen ulang dengan tim OM Lorenza. Saya pribadi yang membawakan lagu ini. Pertama kali saya membawakan Tambal Ban di acara di Plupuh, Kabupaten Sragen, pada tahun 2024,” ujarnya.
Dikutip dari akun YouTube Yos Mola yang mengunggah lagu asli Tambal Ban, video tersebut berjudul “Dangdut Jadul Tambal Ban versi original Usman Bersaudara, Dipopulerkan lagi oleh OM Lorenza”.
Di dalam deskripsi video, disebutkan bahwa Tambal Ban adalah ciptaan Sofyan dan pertama kali dirilis oleh band Usman Bersaudara dalam album Dangdut Jawa pada tahun 1981 melalui label Puspita Record.
Lagu Tambal Ban bercerita tentang seorang tukang tambal ban yang hidup dengan cara sederhana, bergantung pada rezeki yang datang secara tak terduga.
Liriknya mencerminkan kesederhanaan hidup si tukang tambal ban yang berjuang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Salah satu bagian dari lirik tersebut berbunyi:
Aku iki tukang tambal ban
Uripe sak ndalan-ndalan
Golek pangan, duit sing halal
Asal cukup kanggo sandang lan pangan
Aku iki tukang tambal ban Rejekine untung-untungan
Nasib apik duit kantongan
Wayah apes wetengku kroso kroncongan
Mak jedor, mak jedor, mak jedor, dor! Ono ban pecah!
Wah iki mesti rejeki teko
Mak jedor, mak jedor, mak jedor, dor! Ban pecah maneh!
Isih esuk rejekine tambah nglumpuk oe
Tambah nglumpuk oe
Tambah nglumpuk oe
Tambah nglumpuk oe
Tambah nglumpuk
Dengan menggambarkan kondisi si tukang tambal ban yang bersyukur atas rezeki yang datang, meski kadang tak menentu, lagu ini juga mengingatkan kita akan pentingnya menjalani hidup dengan ikhlas dan bersyukur atas apa yang dimiliki.
Tak hanya itu, lagu Tambal Ban juga kembali mengingatkan kita akan pesona dangdut lawas yang tetap relevan di kalangan generasi muda masa kini, meskipun sudah lebih dari empat dekade sejak lagu ini pertama kali dirilis.
Popularitasnya yang melambung di media sosial menunjukkan bahwa musik dangdut klasik masih memiliki daya tarik yang kuat di hati banyak orang, baik yang menggemari musik tradisional maupun mereka yang baru mengenalnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo