SOLOBALAPAN.COM - Di tengah badai rumah tangga yang menerpa, nama Iris Wullur kini justru ramai dijodohkan dengan sosok lain.
Setelah mengungkap dugaan perselingkuhan sang suami, Andreas Wullur, dengan seorang wanita berjabatan tinggi, Iris kini dipasangkan oleh warganet dengan seorang pria yang dinilai warganet lebih pantas untuknya.
Perselingkuhan yang diduga telah berlangsung selama empat tahun itu membuat publik geram.
Pasalnya, Iris yang dikenal sebagai sosok cantik dan kuat justru dikhianati oleh suami yang telah dinikahinya sejak usia muda.
Namun, di balik dukungan yang mengalir deras untuk Iris, netizen juga mulai menjodoh-jodohkannya dengan Anggi Pratama, seorang pilot yang merupakan suami dari almarhumah Stevie Agnecya.
"Mbak semoga berjodoh dengan mas Anggi yang pilot itu," timpal netizen.
Tak sedikit yang menilai bahwa Anggi Pratama bisa menjadi pasangan yang lebih setia dibandingkan Andreas Wullur.
Dengan profesinya sebagai pilot, ia dianggap memiliki latar belakang yang tak kalah mentereng, namun tanpa embel-embel skandal seperti yang kini menyelimuti Andreas.
Fakta mengejutkan lainnya yang terungkap dari hubungan Iris dan Andreas adalah bahwa pernikahan mereka terjadi saat Iris masih berusia sekitar 17 hingga 18 tahun.
Lebih mengejutkan lagi, Andreas bukan pria lajang saat menikahi Iris, melainkan seorang duda yang telah memiliki anak dari pernikahan sebelumnya.
Dugaan ini semakin diperkuat setelah beberapa foto lama Iris bersama keluarga beredar di media sosial.
Dalam beberapa postingan yang kini telah dihapus, terlihat seorang anak perempuan yang diduga merupakan anak dari pernikahan pertama Andreas.
Selain itu, setelah membongkar perselingkuhan suaminya, Iris mengaku mendapat tekanan besar untuk menghapus unggahannya dan bahkan merasa terancam.
Dalam salah satu videonya, ia menyiratkan bahwa dirinya bisa saja menghilang sewaktu-waktu.
"Jadi kalau gua menghilang kalian tahu kan guys," ungkapnya di akun TikTok @iriswullur.
Hal ini semakin membuat publik geram dan mendukung Iris untuk meninggalkan Andreas. (lz)
Editor : Laila Zakiya