SOLOBALAPAN.COM - Konten kreator TikTok Dave Stanley tengah menjadi sorotan setelah membahas masa lalu keluarganya yang diduga hancur akibat kehadiran orang ketiga.
Dalam unggahan terbarunya, ia menyinggung sosok 'ani-ani' yang disebut-sebut sebagai perusak rumah tangga orang tuanya.
Namun, yang membuat publik semakin heboh adalah munculnya nama Veronica Natasya dalam kolom komentar unggahan tersebut.
Banyak netizen berspekulasi apakah sosok yang dimaksud oleh Dave Stanley adalah Veronica.
Dalam video TikTok yang diunggah di akun @dave.stn, Dave menceritakan kisah kelam di masa kecilnya.
"Aku pas kecil ada seorang ani-ani yang ngerusak hubungan keluarga aku, dan ternyata si anak ani-ani ini sekarang coba mau jadi influencer," ujar Dave Stanley.
Tanpa menyebut nama, pernyataan Dave langsung memicu rasa penasaran netizen.
Banyak yang kemudian menyerbu kolom komentar dan menduga bahwa sosok yang dimaksud adalah Veronica Natasya.
"Veronica Natasya ya?" tanya seorang netizen di kolom komentar.
Namun, hingga saat ini Dave tidak memberikan konfirmasi apakah benar yang ia maksud adalah Veronica.
Siapa Veronica Natasya?
Nama Veronica Natasya mendadak ikut terseret dalam isu yang diungkap oleh Dave.
Akun Instagram miliknya @veronicanatasya mulai dibanjiri komentar yang menanyakan soal latar belakang keluarganya.
Banyak netizen yang bertanya mengenai identitas sang ibu, Sally W, yang sering muncul dalam unggahan Veronica.
"Mamanya kerja apa kak?" tanya seorang netizen di Instagram.
Namun, hingga saat ini Veronica belum memberikan jawaban atau klarifikasi terkait keterlibatan namanya dalam dugaan kisah yang diceritakan Dave Stanley.
Dave sendiri berasal dari keluarga sukses.
Ia dikenal sebagai anak dari Shiella Stanley, seorang pebisnis kaya raya yang bergerak di industri obat herbal.
Sementara informasi mengenai ayahnya masih minim, Dave mengakui bahwa ia tumbuh dalam keluarga yang pernah mengalami perpecahan akibat kehadiran orang ketiga.
Hal inilah yang diduga menjadi penyebab Dave sangat vokal membahas isu perselingkuhan yang sedang marak, seperti kasus Agnes Jennifer dan Iris Wullur. (lz)
Editor : Laila Zakiya