Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Viral! Kata Sekolah Soal Potongan PIP Siswa SMAN 7 Cirebon Senilai Rp250 Ribu, Tak Masuk ke Kas Sekolah tapi Malah Mengalir ke Partai?

Laila Zakiya • Minggu, 9 Februari 2025 | 21:29 WIB

Pihak SMAN 7 Cirebon ungkap soal potongan dana PIP siswa.
Pihak SMAN 7 Cirebon ungkap soal potongan dana PIP siswa.
SOLOBALAPAN.COM - Permasalahan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMAN 7 Cirebon mencuat setelah siswa mengadu langsung kepada Dedi Mulyadi.

Dalam sebuah pertemuan yang ditayangkan di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada 8 Februari 2025, siswa mengungkap bahwa dana PIP mereka dipotong senilai Rp250 ribu per siswa dari total 500 penerima.

Pihak sekolah akhirnya memberikan klarifikasi atas permasalahan tersebut.

Dalam pengakuannya, SMAN 7 Cirebon membenarkan adanya pemotongan dana PIP, namun mengklaim bahwa dana tersebut tidak masuk ke kas sekolah, melainkan disetorkan kepada sebuah partai yang sebelumnya menjanjikan akses PIP bagi siswa.

"Kebetulan waktu itu ada dari partai mau enggak ada dana PIP sekian, nanti saya harus ngomong dulu ke Kepala Sekolah boleh nggak. Nanti saya kasih banyak mau gak, nanti saya ngobrol dulu masalah ini dengan partai," ujar pihak sekolah, seperti dikutip dari Kang Dedi Mulyadi Channel.

Pihak sekolah juga menyatakan bahwa di tahun-tahun sebelumnya, mereka sempat menolak mengambil dana PIP karena adanya permintaan dari partai untuk menyetorkan sebagian dana tersebut.

Namun, hal ini berujung pada banyaknya keluhan dari orang tua siswa yang mempertanyakan mengapa anak mereka tidak mendapatkan dana PIP.

"Ketika ada kesepahaman itu, kemudian kita memanggil anak ini saya kumpulkan semua. Kumpulkan semua ini ada mau gak PIP dari fraksi, tapi nanti ketika cair minta dipotong nanti sampaikan ke orang tua," lanjut pihak SMAN 7 Cirebon.

Selain itu, seorang guru dari SMAN 7 Cirebon juga mengungkapkan bahwa penyaluran dana PIP di sekolah tersebut dianggap tidak tepat sasaran.

Banyak siswa yang berasal dari keluarga berkecukupan justru menerima dana ini, sementara mereka yang benar-benar membutuhkan malah tidak mendapatkannya.

“Boleh ngasih masukan nggak? Untuk PIP sementara mohon maaf ya itu tidak tepat sasaran, banyak yang mohon maaf anaknya dokter, soalnya non KIP pak. Jadi kita bingung di lapangan sementara yang seharusnya dapat ini malah nggak dapat,” ujar seorang guru dalam pertemuan tersebut.

Bukan hanya soal pemotongan dana, siswa juga mengaku bahwa pihak sekolah menahan buku tabungan dan kartu ATM mereka setelah pencairan dana PIP.

Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap siswa memberikan Rp250 ribu dari uang bantuan yang diterima.

“Jadi kita itu ke bank, bank BRI terus habis itu di depan pintu BRI itu sudah ada orang dari TU buat jadi ngambil buku tabungan sama PIN sama kartu kita juga. Jadi buku tabungan sama ATM-nya itu ada di sekolah,” ungkap seorang siswa dalam Kang Dedi Mulyadi Channel.

Bahkan lebih mengejutkan lagi, PIN ATM milik para siswa disamakan oleh pihak sekolah untuk memudahkan kontrol pencairan dana.

“Jadi semuanya se-angkatan itu sama 123456, tapi itu dikasih tahu jadi kita kalau misalkan pun salah satu dari kita bikin PIN yang berbeda, kita harus ngejapri sama pihak sekolah,” tandas siswa lainnya.

Diketahui sebelumnya, Program Indonesia Pintar (PIP) adalah program bantuan pendidikan dari pemerintah yang diperuntukkan bagi siswa kurang mampu agar dapat memenuhi kebutuhan pendidikan mereka.

Dana ini seharusnya digunakan sepenuhnya oleh siswa penerima tanpa adanya pemotongan oleh pihak lain. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #pip #SMAN 7 Cirebon