SOLOBALAPAN.COM - Permasalahan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMAN 7 Cirebon mencuat setelah siswa melaporkan kejadian tersebut kepada Dedi Mulyadi.
Dalam sebuah pertemuan yang ditayangkan di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada 8 Februari 2025, siswa mengaku bahwa dana PIP mereka dipotong senilai Rp250 ribu per siswa dari total 500 penerima.
Pihak sekolah dalam klarifikasinya mengakui adanya pemotongan dana PIP, tetapi mengklaim bahwa uang tersebut tidak masuk ke kas sekolah, melainkan disetorkan kepada sebuah partai yang menjanjikan akses PIP bagi siswa SMAN 7 Cirebon.
Selain itu, seorang guru SMAN 7 Cirebon juga mengungkap bahwa penyaluran dana PIP dinilai tidak tepat sasaran.
Banyak siswa yang berasal dari keluarga berkecukupan justru mendapatkan bantuan ini, sementara siswa yang lebih membutuhkan tidak mendapatkannya.
“Boleh ngasih masukan nggak? Untuk PIP sementara mohon maaf ya itu tidak tepat sasaran, banyak yang mohon maaf anaknya dokter, soalnya non KIP pak. Jadi kita bingung di lapangan sementara yang seharusnya dapat ini malah nggak dapat,” ujar salah satu guru dalam pertemuan tersebut.
Lebih mengejutkan lagi, beberapa siswa mengaku bahwa pihak sekolah menahan buku tabungan dan kartu ATM mereka setelah pencairan dana PIP.
Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap siswa menyerahkan Rp250 ribu dari dana bantuan tersebut.
“Jadi kita itu ke bank, bank BRI terus habis itu di depan pintu BRI itu sudah ada orang dari TU buat jadi ngambil buku tabungan sama PIN sama kartu kita juga. Jadi buku tabungan sama ATM-nya itu ada di sekolah,” ungkap seorang siswa dalam tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi.
Bahkan lebih parahnya lagi, PIN ATM milik para siswa disamakan agar memudahkan kontrol oleh pihak sekolah.
“Jadi semuanya se-angkatan itu sama 123456, tapi itu dikasih tahu jadi kita kalau misalkan pun salah satu dari kita bikin PIN yang berbeda, kita harus ngejapri sama pihak sekolah,” tambah siswa lainnya.
Diketahui sebelumnya, program Indonesia Pintar merupakan program bantuan pendidikan dari pemerintah yang ditujukan untuk siswa kurang mampu agar mereka dapat memenuhi kebutuhan pendidikan.
Dana ini seharusnya digunakan secara penuh oleh siswa penerima tanpa ada pemotongan atau penyalahgunaan oleh pihak lain.
Usai keluhan siswa SMAN 7 Cirebon ini viral, banyak yang mempertanyakan sikap sekolah yang dianggap melakukan pungutan liar dari uang bantuan yang seharusnya diterima para siswa. (lz)
Editor : Laila Zakiya