Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Siapa Satryo Soemantri Brodjonegoro, Menteri Dikti Saintek yang Didemo Pegawai Hari Ini?

Laila Zakiya • Senin, 20 Januari 2025 | 21:17 WIB
Akademisi Satryo Soemantri Brodjonegoro saat tiba di kediaman Presiden terpilih Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024).
Akademisi Satryo Soemantri Brodjonegoro saat tiba di kediaman Presiden terpilih Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024).

SOLOBALAPAN.COM - Nama Satryo Soemantri Brodjonegoro, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), tengah menjadi sorotan setelah ratusan pegawai kementeriannya menggelar aksi protes di depan kantor kementerian di Jakarta, Senin, 20 Januari 2025.

Mereka menyuarakan ketidakpuasan atas kepemimpinannya yang dianggap arogan dan penuh kontroversi.

Namun, siapa sebenarnya Satryo yang kini menjadi pusat perhatian publik?

Satryo Soemantri Brodjonegoro bukanlah nama baru di dunia pendidikan dan teknologi di Indonesia.

Lahir di Delft, Belanda, pada 5 Januari 1956, Satryo merupakan anak dari Soemantri Brodjonegoro, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia periode 1973.

Satryo meraih gelar Ph.D di bidang teknik mesin dari University of California, Berkeley pada tahun 1985.

Karier akademiknya dimulai sebagai dosen hingga menjadi Ketua Jurusan Teknik Mesin di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1992.

Ia kemudian menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) dari 1999 hingga 2007, di mana ia dikenal melakukan pembaruan dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia.

Satryo memiliki rekam jejak luar biasa sebagai ilmuwan, dengan lebih dari 99 publikasi ilmiah.

Namanya dihormati di kalangan akademisi, baik nasional maupun internasional.

Ia juga pernah menjadi Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), sebuah organisasi prestisius yang memajukan riset di Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Satryo sebagai Menteri Kemendikti Saintek pada Oktober 2024.

Dengan latar belakang akademis yang solid, ia dianggap sebagai pilihan yang tepat untuk memimpin kementerian yang menangani pendidikan tinggi dan riset.

Namun, tak lama setelah menjabat, kritik mulai bermunculan terhadap gaya kepemimpinannya.

Pada aksi protes hari ini, sejumlah spanduk menuduh Satryo sebagai menteri yang arogan, pemarah, dan bertindak sewenang-wenang. Tuduhan tersebut antara lain:

1. Pemecatan Mendadak Pegawai

Protes dipicu oleh pemecatan Neni Herlina, seorang pegawai Kemendikti Saintek, yang dinilai tidak adil.

Pegawai lain merasa pemecatan tersebut menjadi ancaman bagi siapa saja di kementerian.

2. Sikap Kasar

Satryo dituduh pernah menampar sopir pribadinya.

Tindakan ini menjadi salah satu alasan pegawai menuntut perlakuan lebih manusiawi dari sang menteri.

3. Campur Tangan Keluarga

Pegawai juga mengecam dugaan campur tangan istri Satryo dalam urusan kementerian.

Bahkan, beredar kabar bahwa tidak ada pegawai wanita di lingkaran pertama kementerian karena kecemburuan sang istri.

Sekitar 235 pegawai ASN menggelar aksi damai, menyuarakan keluhan mereka kepada Presiden Prabowo.

Dalam aksi ini, mereka membawa spanduk bertuliskan:

- "Pak Presiden, Selamatkan Kami dari Menteri Pemarah, Suka Main Tampar, dan Main Pecat."

- "Kami ASN, Dibayar oleh Negara, Bekerja untuk Negara, Bukan Babu Keluarga."

Aksi ini tidak hanya menarik perhatian publik, tetapi juga memicu diskusi luas di media sosial.

Tagar seperti #MenteriZalim dan #Lawan ramai digunakan untuk mendukung aksi pegawai Kemendikti Saintek.

Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek, Togar M Simatupang, menyebut bahwa perbedaan pendapat adalah hal biasa dalam organisasi baru.

Ia menyatakan bahwa ruang dialog masih terbuka untuk menyelesaikan masalah ini secara persuasif.

Namun, pembelaan ini tampaknya belum mampu meredam ketegangan, terutama karena tuduhan-tuduhan serius terhadap Menteri Satryo belum ditanggapi secara langsung. (lz)

Photo
Photo
Editor : Laila Zakiya
#viral #demo #Kemendikti Saintek #aksi damai #Satryo Soemantri Brodjonegoro