SOLOBALAPAN.COM - Nama Rizaldi Hendriawan mendadak viral dan menjadi sorotan publik setelah muncul narasi bahwa ia diduga merupakan pengacara baru Agus Salim, seorang pria yang tengah mengalami kebutaan.
Ketenaran Rizaldi dimulai ketika ia muncul dalam sebuah video bersama Agus, di mana ia mengkritik pengalihan dana donasi yang awalnya dikumpulkan untuk pengobatan Agus namun diduga dialihkan untuk bantuan bagi korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kritik tajam yang dilontarkan oleh Rizaldi itu memicu perdebatan luas di media sosial, membuat banyak orang penasaran dengan sosoknya.
Siapa Rizaldi Hendriawan alias Salim Sales Gas Regulator?
Ternyata, Rizaldi Hendriawan bukanlah sosok baru di dunia hukum Indonesia.
Ia adalah salah satu pendiri Public Law Office, sebuah kantor hukum yang berbasis di Jakarta, yang didirikan bersama rekannya, Zeby Agustian.
Public Law Office memiliki fokus pada penanganan kasus litigasi dan non-litigasi.
Melalui kantor hukum ini, Rizaldi dan timnya bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan pendampingan atau bantuan hukum dengan prinsip integritas, kepercayaan, dan profesionalisme.
Popularitas Public Law Office pun semakin menonjol di media sosial.
Hal ini terlihat dari berbagai ucapan terima kasih yang diterima dari sejumlah selebritas Tanah Air seperti Saipul Jamil, Andre Taulany, dan Kiky Saputri. Rizaldi juga kerap diundang untuk berbicara dalam berbagai acara televisi nasional guna membahas isu-isu hukum.
Viral di Media Sosial
Pernyataan Rizaldi ini mendapat perhatian luas di media sosial. Salah satu video yang menampilkan Rizaldi diunggah kembali oleh akun TikTok @belvina.belova dan viral di platform tersebut.
Banyak warganet yang memuji keberanian dan ketegasan Rizaldi dalam mengungkapkan pendapatnya, meski ada juga yang menyoroti gaya penyampaiannya.
Dengan kritik yang tajam dan pengungkapan isu yang kontroversial, Rizaldi Hendriawan kini menjadi perhatian publik.
Tak hanya sekadar sebagai pengacara, tetapi juga sebagai sosok yang memberikan keberanian untuk menyuarakan keadilan, meskipun isu yang diangkat memicu banyak reaksi dari berbagai pihak.
Kritik Pengalihan Dana Donasi Agus Salim
Rizaldi Hendriawan menjadi lebih viral ketika ia mengkritik pengelolaan dana donasi sebesar Rp1,3 miliar yang awalnya dikumpulkan untuk pengobatan mata Agus Salim.
Dalam video yang beredar, Rizaldi dengan tegas menyatakan bahwa dana tersebut seharusnya digunakan sesuai dengan tujuan awalnya, yaitu untuk membantu pengobatan Agus Salim.
“Ini kan awalnya dana Rp1,3 miliar objeknya untuk Agus, pengobatan mata Agus, penyembuhan matanya Agus, tapi berubahlah untuk penerima manfaat lain,” ujar Rizaldi.
Rizaldi menilai bahwa pengalihan dana tanpa persetujuan Agus merupakan sebuah pelanggaran hukum.
Ia menekankan bahwa dana yang telah didonasikan seharusnya tetap menjadi milik Agus, dan pengalihan tersebut seharusnya tidak terjadi tanpa persetujuan dari pihak yang berhak menerima.
“Artinya yayasan ini telah terjadi suatu tindak pidana penggelapan yang mengambil miliknya uang Agus, dan beralih lagi kepada korban bencana alam NTT,” ungkapnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo