SOLOBALAPAN.COM - Penyanyi dan aktris Sherina Munaf baru-baru ini dikabarkan menggugat cerai suaminya, Baskara Mahendra, setelah empat tahun menikah.
Kabar ini langsung menjadi sorotan publik, terlebih dengan spekulasi yang beredar mengenai kemungkinan mereka terlibat dalam konsep lavender marriage.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan lavender marriage?
Gugatan cerai Sherina dan Baskara terdaftar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 16 Januari 2025, dengan nomor perkara 325/Pdt.G/2025.
Perkawinan mereka yang dimulai pada November 2020 ini kini terjerat dalam berbagai spekulasi, salah satunya mengenai dugaan adanya lavender marriage di balik perceraian tersebut.
Apa Itu Lavender Marriage?
Lavender marriage adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pernikahan antara pria dan wanita di mana setidaknya salah satu pasangan memiliki orientasi seksual nonheteroseksual, seperti homoseksual atau biseksual.
Pernikahan semacam ini biasanya tidak dilandasi oleh cinta sejati, melainkan untuk tujuan tertentu, seperti menjaga reputasi sosial atau melindungi karier.
Istilah lavender marriage pertama kali muncul pada awal abad ke-20, khususnya di kalangan selebritas Hollywood.
Pada masa itu, tekanan sosial terhadap individu dengan orientasi seksual nonheteroseksual sangat kuat, sehingga banyak artis yang terpaksa menikah dengan lawan jenis untuk menjaga citra publik mereka.
Istilah “lavender” sendiri diasosiasikan dengan komunitas LGBTQ+ dan menjadi simbol dari pernikahan yang menyembunyikan orientasi seksual salah satu pasangan.
Alasan Melakukan Lavender Marriage
Ada beberapa alasan mengapa individu memilih untuk menjalani lavender marriage, antara lain:
- Penerimaan sosial: Banyak individu merasa tertekan untuk mengikuti harapan keluarga atau masyarakat yang konservatif.
- Keuntungan hukum dan finansial: Pernikahan memberikan akses pada berbagai keuntungan hukum, seperti hak waris dan perlindungan finansial.
- Tekanan budaya dan agama: Dalam beberapa budaya, hubungan heteroseksual dianggap lebih diterima, sehingga pernikahan ini menjadi jalan keluar untuk menghindari konflik.
- Keamanan pribadi: Di negara-negara di mana homoseksualitas masih ilegal atau dianggap tabu, lavender marriage bisa menjadi cara untuk menjaga keselamatan individu.
Meskipun lavender marriage dapat memberikan perlindungan sosial dan hukum, pernikahan semacam ini seringkali membawa konsekuensi emosional yang berat.
Pasangan yang terlibat dalam pernikahan semacam ini mungkin merasa terisolasi dan kesepian, karena mereka harus menyembunyikan identitas asli dan tidak dapat menjalani hubungan yang sepenuhnya romantis.
Keputusan untuk menjalani lavender marriage biasanya berdasarkan persetujuan kedua belah pihak, yang menyadari kondisi masing-masing dan setuju untuk menikah demi tujuan tertentu.
Dalam banyak kasus, hubungan mereka cenderung lebih platonis dan transaksional ketimbang romantis, dengan fokus pada manfaat sosial, hukum, atau finansial yang didapatkan dari pernikahan tersebut.
Apakah Sherina dan Baskara Terlibat dalam Lavender Marriage?
Meski lavender marriage menjadi perbincangan di media sosial, belum ada bukti konkret yang menunjukkan bahwa pernikahan Sherina dan Baskara adalah contoh dari pernikahan jenis ini.
Keduanya jarang memberikan pernyataan terkait kehidupan pribadi mereka, sehingga memunculkan berbagai spekulasi.
Hingga kini, alasan perceraian mereka juga belum diungkapkan secara resmi.
Publik pun terus menunggu klarifikasi lebih lanjut mengenai hal ini, sementara Sherina dan Baskara tetap memilih untuk tidak memberi penjelasan.
Sementara itu, istilah lavender marriage terus menjadi topik hangat di media sosial, mencerminkan ketertarikan masyarakat pada kehidupan pribadi para figur publik. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo