Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siapakah Sosok Kesya Irena Yola Lestaluhu? Gadis Muda di Sorong Ini Hidupnya Berakhir Tragis di Tangan Oknum TNI AL

Laila Zakiya • Kamis, 16 Januari 2025 | 21:45 WIB
Danpomal Lantamal XIV Sorong Letkol Laut (PM) Dian Sumpena (kiri) dan Kapolresta Sorong Kombes Polisi Happy Perdana Yudianto di Mapolresta Sorong, Senin (13/1/2025) soal kasus pembunuhan Kesya Irena.
Danpomal Lantamal XIV Sorong Letkol Laut (PM) Dian Sumpena (kiri) dan Kapolresta Sorong Kombes Polisi Happy Perdana Yudianto di Mapolresta Sorong, Senin (13/1/2025) soal kasus pembunuhan Kesya Irena.

SOLOBALAPAN.COM - Tragedi memilukan terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, saat seorang gadis muda bernama Kesya Irena Yola Lestaluhu (20) ditemukan tewas mengenaskan di Pantai Saoka, Distrik Maladumes.

Ia menjadi korban pembunuhan brutal oleh seorang oknum prajurit TNI AL berinisial ASWP (23).

Kesya adalah gadis kelahiran 2005 yang dikenal sebagai anak yang berbakti kepada orang tuanya.

Ibunya, Amina Latale, mengenangnya sebagai pribadi yang sopan dan peduli terhadap keluarganya.

"Dia anak yang sopan ke orang-orang. Ketika saya sakit, dia selalu membantu di rumah," ujar Amina dengan mata berkaca-kaca saat diwawancarai pada Senin (13/1/2025).

Kesya tinggal bersama keluarganya di Jalan Danau Tigi, Kelurahan Rufei, Distrik Sorong Barat.

Ia dikenal sebagai sosok sederhana yang tidak pernah mencari masalah.

Kejadian bermula ketika Kesya diajak temannya berinisial S ke sebuah tempat hiburan malam pada Minggu (12/1/2025).

Di sana, ia bertemu ASWP untuk pertama kalinya.

Meski baru berkenalan, hubungan keduanya tampak cepat akrab hingga memutuskan pergi bersama ke Pantai Saoka.

Dalam perjalanan, keduanya diketahui dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras dan sempat berhubungan intim.

Namun, cekcok di antara mereka berujung pada aksi kekerasan.

ASWP menikam Kesya sebanyak 32 kali menggunakan sangkur, meninggalkan tubuhnya tanpa nyawa di pantai.

Polisi bergerak cepat menangkap ASWP yang berdinas di KRI Teluk Weda 562.

Pangkoarmada III, Laksamana Muda TNI Hersan, menyatakan penyesalan mendalam atas peristiwa ini dan memastikan pelaku akan mendapat hukuman berat melalui Pengadilan Militer.

"Saya meminta maaf kepada keluarga korban dan masyarakat atas kejadian ini. Kami akan menindak tegas pelaku dan memastikan dia dihukum seberat-beratnya," tegas Hersan.

Hersan juga memberikan peringatan keras kepada seluruh prajurit TNI AL untuk menjauhi miras, judi online, dan tempat hiburan malam yang dapat mencoreng nama institusi. (lz)

 

Editor : Laila Zakiya
#oknum #Kesya Irena Yola Lestaluhu #tni al #pembunuhan