SOLOBALAPAN.COM - Solo kembali bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya terbesar di kota ini, Grebeg Sudiro.
Acara tahunan yang menjadi simbol akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa ini akan digelar mulai 16 hingga 31 Januari 2025 dengan rangkaian kegiatan menarik yang melibatkan ribuan peserta dan berbagai elemen masyarakat.
Menurut Ketua Grebeg Sudiro 2025, Arsatya Putra, acara akan dimulai dengan Umbul Mantram pada 16 Januari petang sebagai pembuka.
Salah satu momen puncaknya adalah karnaval budaya yang digelar pada 26 Januari di depan Tugu Jam Pasar Gede.
Acara ini akan melibatkan lebih dari 3.000 peserta dari 54 kelompok, menampilkan berbagai seni dan budaya yang memperkuat persatuan warga.
Tak hanya itu, Panggung Semarak Harmoni dan Pesta Kembang Api Imlek 2025 akan digelar pada 28 Januari malam.
Sepanjang acara, masyarakat juga bisa menikmati bazar UMKM dan wisata perahu di Kali Pepe, yang tersedia setiap malam mulai pukul 18.00 hingga 22.00.
Salah satu tradisi yang selalu dinantikan adalah pembagian 5.000 kue keranjang kepada masyarakat.
Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan keberuntungan, serta menjadi daya tarik utama Grebeg Sudiro setiap tahunnya.
Untuk memastikan acara berjalan lancar, warga Kelurahan Sudiroprajan telah melakukan berbagai persiapan, termasuk kerja bakti membersihkan Kali Pepe dan memasang jaring sampah di bawah Jembatan Pasar Gede.
Lurah Sudiroprajan, Agustinus Deny Khristiawan, mengungkapkan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan sungai bersih dan debit air stabil demi kenyamanan wisatawan.
"Kami juga menghias kawasan Kali Pepe dengan lampion warna-warni untuk menambah keindahan suasana," tambahnya.
Grebeg Sudiro bukan hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Bazar UMKM yang diadakan selama acara menjadi sarana bagi masyarakat untuk mempromosikan produk lokal mereka.
Selain itu, event ini menjadi hiburan yang mempererat rasa kebersamaan antara warga Solo dan pengunjung dari luar daerah. (lz)
Editor : Laila Zakiya