SOLOBALAPAN.COM - Pelantikan Rudi Sutanto sebagai Staf Khusus Menteri Bidang Strategis Komunikasi di Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI memicu perbincangan hangat di publik.
Banyak yang bertanya-tanya, benarkah Rudi Sutanto adalah sosok yang dikenal sebagai Rudi Valinka, pegiat sosial media kontroversial?
Hingga kini, Menteri Meutya Hafid belum memberikan jawaban tegas.
Siapa Rudi Valinka?
Rudi Valinka, yang dikenal lewat akun Twitter (kini X) @kurawa, adalah sosok yang sering membahas isu-isu sosial dan politik dengan gaya vokal.
Salah satu momen paling mencolok dalam karier media sosialnya adalah ketika ia mengungkap kasus penimbunan beras bantuan sosial selama pandemi COVID-19.
Tidak hanya itu, ia juga penulis buku A Man Called #Ahok, yang menjadi pembicaraan hangat di masyarakat.
Namun, langkah Rudi Valinka di media sosial tidak selalu mulus.
Cuitan-cuitannya kerap menuai pro dan kontra, menjadikannya figur yang disorot namun juga memecah opini publik.
Kini, setelah diduga dilantik menjadi Staf Khusus Menteri, jejak digitalnya kembali menjadi pusat perhatian.
Menteri Meutya Hafid sendiri tidak memberikan kepastian apakah Rudi Sutanto adalah Rudi Valinka.
“Saya enggak tahu ya. Rudi Sutanto yang saya kenal ya Rudi Sutanto, jadi saya tidak tidak mau berspekulasi mengenai apa, siapa Rudi Sutanto,” ujarnya saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Senin (13/1).
Dari riwayat hidup yang diterima oleh Kemkomdigi, Rudi Sutanto disebut sebagai ahli strategi komunikasi.
Meutya mengungkapkan bahwa penunjukan Rudi Sutanto bertujuan untuk membawa perspektif baru dalam strategi komunikasi kementerian.
“Dari CV yang ada, dia adalah seorang ahli strategi komunikasi. Itu juga yang menjadi alasan dia dipilih untuk posisi ini,” jelas Meutya.
Namun, ketika ditanya tentang kaitan Rudi Sutanto dengan Rudi Valinka, Meutya mengaku tidak tahu.
“Saya enggak tahu. Saya juga enggak terlalu main Twitter. Enggak tahu,” tambahnya sambil berlalu.
Meski penuh tanda tanya, Menteri Meutya Hafid menekankan pentingnya memberi kesempatan kepada Rudi untuk membuktikan kemampuannya.
“Setiap orang memiliki kesempatan untuk menunjukkan kinerjanya,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan komunikasi pemerintah, kehadiran Rudi Sutanto diharapkan dapat membawa perubahan positif.
“Kami ingin memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan terpercaya,” tegas Meutya. (lz)
Editor : Laila Zakiya