Apalagi diketahui bahwasanya rumah yang menjadi pusat ledakan adalah miliknya, dan kini ia menghadapi pemeriksaan internal oleh Propam.
Ledakan besar yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB ini menewaskan dua orang, yaitu Luluk Sudarwati (40) dan anaknya, K (3).
Kedua korban, yang masih merupakan kerabat dekat Maryudi, tinggal di rumah sebelah.
Menurut Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, olah tempat kejadian perkara (TKP) mengungkap adanya tabung elpiji 3 kg dan sejumlah perangkat elektronik di lokasi ledakan.
Barang-barang ini diduga berkaitan dengan hobi Maryudi terhadap elektronik.
Untuk mengungkap penyebab ledakan, Tim Jihandak Brimob dan Bidlabfor Polda Jatim dikerahkan.
Sterilisasi dilakukan hingga radius 100 meter dari TKP, sementara tim bersenjata lengkap berjaga di sekitar lokasi untuk mencegah akses tidak sah.
Namun, hingga kini, kepolisian belum mengungkap secara pasti sumber ledakan, meskipun tabung elpiji dan perangkat elektronik menjadi fokus penyelidikan.
Kapolres Mojokerto juga mengonfirmasi bahwa Maryudi tengah menjalani pemeriksaan internal oleh Propam Polri.
Pemeriksaan ini melibatkan internal Satreskrim untuk memastikan tidak adanya pelanggaran prosedural atau indikasi kelalaian yang melibatkan Maryudi.
"Pemeriksaan internalnya di Satreskrim. Nanti akan kami informasikan lebih lanjut," ujar Kapolres.
Publik menduga bahwa Maryudi mungkin mengetahui lebih banyak tentang insiden ini, mengingat rumahnya menjadi lokasi ledakan.
Fakta bahwa ia hobi bermain dengan barang-barang elektronik menambah lapisan kompleksitas dalam kasus ini.
Apakah ada kelalaian ataukah insiden ini murni kecelakaan? Pertanyaan ini masih menunggu jawaban resmi dari hasil penyelidikan Propam dan kepolisian. (lz)
Editor : Laila Zakiya