Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Gus Miftah Muncul ke Publik dengan Mendoakan Orang yang Menghujat Sambil Menangis: Semoga Diampuni Allah

Didi Agung Eko Purnomo • Sabtu, 11 Januari 2025 | 00:18 WIB
Gus Miftah diduga bernama asli Ta
Gus Miftah diduga bernama asli Ta

SOLOBALAPAN.COM - Setelah sempat menghilang dari sorotan publik usai peristiwa penghinaan terhadap seorang penjual es teh, Gus Miftah akhirnya kembali muncul.

Dalam momen 'comeback' yang viral ini, ia menunjukkan sikap penuh kebesaran hati dengan mendoakan orang-orang yang telah berlaku dzalim kepadanya.

Kejadian ini berlangsung pada 4 Januari 2025, saat Gus Miftah menjadi tamu dalam acara Pengajian dan Mujahadah Malam Ahad di Pondok Pesantren Ora Aji Tundan Purwomartani, Kalasan, Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, ia mendoakan orang-orang yang telah menghujat, membuli, dan menghinanya.

Dengan penuh khusyuk, Gus Miftah berdoa, “Ya Allah Ya Rob, ampuni semua dosa-dosa orang yang menghujat saya. Ampuni dosa-dosa orang yang mem-bully saya Ya Allah.

Ampuni semua mereka Ya Allah atas kesalahan dan kekhilafan mereka,” ungkap Gus Miftah dalam video yang diunggah oleh Mas Fadhil Channel di YouTube pada Jumat, 10 Januari 2025.

Meskipun menunjukkan sikap penuh pengampunan, Gus Miftah menceritakan bahwa istrinya sempat menentang keputusan tersebut.

Menurut sang istri, orang-orang yang berlaku dzalim terhadap Gus Miftah tidak layak untuk dimaafkan.

Namun, Gus Miftah dengan tegas menjelaskan alasan dibalik tindakannya.

"Saat itu bunda protes sama saya, kenapa abah masih mendoakan mereka? Kenapa abah masih memohonkan ampun atas dosa-dosa mereka?

Saya jawab, abah gak pernah memiliki hati untuk membenci siapa pun. Saya tidak pernah mau berurusan dengan siapa pun,” jelas Gus Miftah.

Gus Miftah lebih lanjut mengatakan bahwa ia tidak ingin kebenciannya menjadi alasan bagi seseorang untuk masuk Neraka.

Ia menambahkan, “Makanya saya akan doakan semua orang yang memusuhi, menghujat dan mem-bully saya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya.”

Kendati sang istri tetap tidak setuju, Gus Miftah tetap teguh pada pendiriannya.

“Bunda protes sama saya, enggak boleh melakukan itu (memaafkan dan mendoakan kebaikan bagi orang yang dzalim). Tapi saya tetap melakukannya,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Ia juga menegaskan bahwa jika dirinya tidak memaafkan, maka hujatan dan makian tersebut akan menjadi beban yang harus dipertanggungjawabkan oleh pelaku di akhirat.

“Kalau abah tidak mengikhlaskan hujatan bully-an makian mereka, itu akan menjadi satu hal beban bagi mereka di Yaumul Hisab. Abah gak mau menjadi wasilah sesama Muslim, menjadi jalan masuknya mereka ke neraka Allah SWT,” tambahnya.

Pernyataan ini langsung mendapat perhatian luas di dunia maya, terutama di platform X, di mana banyak akun membagikan ulang video Gus Miftah.

Baca Juga: Sambil Menangis, Yati Pesek Titip Pesan Menyayat Hati ke Erick Estrada soal Gus Miftah: Aku Niat Cari Ilmu Malah Dihina

Keikhlasan Gus Miftah dalam mendoakan orang yang telah menyakitinya ini mengundang berbagai reaksi dari netizen, ada yang memuji kebesaran hati beliau, namun tidak sedikit juga yang mempertanyakan sikap tersebut.

Namun, pesan utama yang bisa diambil dari sikap Gus Miftah adalah pentingnya memaafkan dan menjaga hati agar tetap bersih dari kebencian.

Dalam Islam, memaafkan orang yang menyakiti kita bukanlah hal yang mudah, tetapi merupakan perbuatan mulia yang mendekatkan kita pada Allah SWT.

Gus Miftah mengingatkan kita bahwa kebencian tidak akan membawa manfaat, justru pengampunan yang bisa membawa kedamaian hati, baik di dunia maupun di akhirat. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#viral #gus miftah #menangis