SOLOBALAPAN.COM - Polemik donasi Rp1,3 miliar yang melibatkan korban penyiraman air keras, Agus Salim, terus bergulir.
Kali ini, pihak kuasa hukum mendiang Alvin Lim, yang sebelumnya mendampingi Agus, menyatakan secara blak-blakan bahwa mereka enggan lagi membantu Agus.
Juda Sihotang, salah satu pengacara di tim Alvin Lim, terang-terangan mengaku lelah mengurus kasus donasi Agus.
Dalam sebuah siaran langsung yang kemudian viral di media sosial, Juda menyampaikan kekecewaannya terhadap Agus dan menilai kasus tersebut sudah tidak layak diteruskan.
"Aku mumet lihat kasusnya Agus," ungkap Juda dalam siaran langsung yang diunggah kembali oleh kanal YouTube Cumicumi, Selasa (7/1/2025).
Juda bahkan menyatakan telah memutuskan untuk berhenti membela Agus karena merasa direpotkan.
"Aku tim perjuangan membela si Agus, tapi saya memutuskan lepaskan Agus, mumet saya," ujarnya.
Tidak hanya itu, Juda juga melontarkan sindiran keras terhadap Agus dan keluarganya.
Ia menyebut kehadiran Agus di rumah duka Alvin Lim justru merepotkan.
"Agus nggak kita perlukan (di rumah duka), aku bilang, ngerepotin. Nanti buah-buahan di rumah duka habis... Dikantongin kan bawa ke rumah, kan lumayan," katanya dengan nada sarkastik.
Juda juga mengungkapkan kelelahan karena merasa sudah banyak membantu Agus tanpa mendapatkan apresiasi, justru malah menerima kritik dari warganet.
Baca Juga: Benarkah Louis Van Gaal Jadi Direktur Teknik Timnas Indonesia? Ini Jawaban Sosok Legenda Belanda
"Kalian suruh aku urus si Agus, urus diriku sendiri aja aku sudah capek," tambahnya.
Di sisi lain, Agus Salim tetap memperjuangkan haknya atas donasi Rp1,3 miliar yang kini rencananya akan dialihkan kepada korban bencana di Gunung Lewotobi, NTT.
Agus menegaskan tidak akan ikhlas jika uang tersebut benar-benar dialihkan, terutama karena ia merasa ada perjanjian sebelumnya bahwa dana itu untuk dirinya.
“Kalau secara hukum uang itu bukan hak saya, saya rela. Tapi kalau itu hak saya, saya tidak ikhlas dunia akhirat,” tegas Agus saat ditemui di rumah duka Alvin Lim pada Senin (6/1/2025).
Agus juga menuntut pertanggungjawaban dari beberapa pihak yang terlibat dalam penggalangan dana tersebut.
“Pertanggungjawaban ucapan kalian, dari Bang Densu, Pak Garry, dan Teh Novi. Kalian semua janji untuk Agus, tetapi satu pun belum ditepati,” ujarnya penuh emosi. (lz)
Editor : Laila Zakiya