SOLOBALAPAN.COM - Phioruci Pangkaraya, yang dikenal sebagai istri kedua dari pengacara Alvin Lim, baru saja kehilangan suaminya setelah menikah hanya dua tahun.
Phioruci menikah dengan Alvin Lim pada tahun 2022, setelah Alvin bercerai dari istri pertamanya pada tahun 2008.
Sebelumnya, Phioruci dikenal sebagai seorang perawat dan lulusan keperawatan.
Phioruci Pangkaraya adalah anak dari Phang Cin Tung dan Erliyah, dan ia menempuh pendidikan S1 Ilmu Keperawatan di Universitas Pelita Harapan pada 2012, lulus pada 2016 dengan IPK 3,60.
Selain itu, Phioruci juga diketahui menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Hukum.
Pada Februari 2024, ia berhasil menyelesaikan sidang skripsinya dan meraih gelar Sarjana Hukum dari STIH Gunung Jati, Tangerang, yang juga merupakan almamater Alvin Lim.
Pada Minggu (5/1/2025), kabar duka datang dari keluarga Alvin Lim, yang mengungkapkan detik-detik terakhir sang pengacara.
Istri Alvin Lim menceritakan bahwa pada pagi hari tersebut, ia mendapati suaminya dalam kondisi lemas di tempat tidur ketika hendak dibangunkan.
Alvin Lim dijadwalkan untuk berangkat ke Surabaya pada pukul 8.45 WIB untuk meresmikan kantor baru, namun karena kondisinya menurun, keberangkatan itu pun ditunda.
Meskipun sudah dijadwalkan ulang untuk berangkat sore hari, sayangnya, Alvin Lim dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.00 WIB siang.
Menurut informasi, Alvin Lim meninggal dunia setelah menjalani cuci darah di rumah sakit Tangerang, Banten.
Alvin Lim memang dikenal memiliki riwayat penyakit gagal ginjal dan rutin menjalani cuci darah.
Rekan-rekan satu profesinya pun mengonfirmasi kabar duka ini.
Farhat Abbas, seorang pengacara, mengungkapkan kesedihannya melalui media sosial dan mengonfirmasi bahwa Alvin Lim telah meninggal dunia.
Pengusaha Jhon LBF juga turut mengucapkan bela sungkawa atas kepergian Alvin Lim dan mengenang sosoknya sebagai orang baik.
Dalam unggahannya, Jhon LBF mendoakan agar Alvin Lim diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Alvin Lim dikenal sebagai pengacara yang berani menangani kasus-kasus sensitif yang sering kali menjadi perhatian publik.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan banyak orang yang menghargai jasanya dalam dunia hukum. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo