Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Apa Itu Cuci Darah? Prosedur Kesehatan yang Dilakukan Alvin Lim Sebelum Meninggal Dunia

Laila Zakiya • Senin, 6 Januari 2025 | 16:15 WIB
Ilustrasi hemodialysis atau cuci darah untuk penderita penyakit gagal ginjal.
Ilustrasi hemodialysis atau cuci darah untuk penderita penyakit gagal ginjal.

SOLOBALAPAN.COM - Meninggalnya pengacara Alvin Lim pada Minggu, 5 Januari 2025, di Rumah Sakit Mayapada Tangerang, menyisakan duka mendalam sekaligus perhatian publik terhadap kondisi kesehatan yang dialaminya.

Alvin Lim diketahui meninggal dunia saat menjalani prosedur cuci darah, sebuah metode medis yang penting bagi pasien dengan gangguan fungsi ginjal.

"Saat ini dibawa ke rumah duka Grand Heaven Pluit," kata Hendra Giri, humas LQ Indonesia Law Firm.

Sebelumnya, Alvin sempat direncanakan terbang ke Surabaya pada hari yang sama, tetapi kondisi tubuhnya yang lemas membuat rencana itu tertunda.

Lantas, apakah sebenarnya tindakan cuci darah?

Cuci darah, atau hemodialysis, adalah prosedur medis yang digunakan untuk menggantikan fungsi ginjal yang tidak lagi mampu bekerja secara normal, seperti penjelasan yang dikutip SoloBalapan.com dari Mayo Clinic.

Ginjal bertugas menyaring limbah, kelebihan cairan, dan racun dari darah.

Ketika ginjal gagal menjalankan fungsinya, cuci darah dilakukan untuk membersihkan darah pasien.

Prosedur ini melibatkan mesin yang berfungsi seperti ginjal buatan, di mana darah pasien dialirkan ke mesin untuk disaring, kemudian dikembalikan ke tubuh.

Biasanya, cuci darah dilakukan beberapa kali dalam seminggu, tergantung pada kondisi pasien.

Dalam artikel sebelumnya, disebutkan bahwa Alvin Lim menderita sakit ginjal yang membuat kondisinya terus menurun.

Baca Juga: Kapan Alvin Lim Meninggal Dunia? John LBF Beri Kesaksian Begini soal Sang Pengacara Kontroversial..

Bahkan, ia pernah dijadwalkan menjalani cangkok ginjal, tetapi prosedur tersebut batal dilakukan.

Farhat Abbas, rekan Alvin, menyatakan bahwa hingga malam sebelum meninggal, Alvin masih sibuk membahas kasus donasi Rp1,5 miliar korban penyiraman air keras, Agus Salim.

"Di Mayapada, lagi cuci darah. Iya (meninggal di rumah sakit)," jelas Farhat Abbas saat dikonfirmasi.

Proses cuci darah Alvin menjadi upaya terakhir untuk menjaga kestabilan kesehatannya, namun sayangnya, Alvin tidak mampu bertahan.

Cuci darah biasanya diperlukan oleh pasien yang mengalami gagal ginjal kronis.

Dilansir dari National Kidney Foundation, beberapa gejala yang menunjukkan perlunya prosedur ini meliputi:

1. Pembengkakan: Akibat penumpukan cairan dalam tubuh.
2. Kelelahan Ekstrem: Karena tubuh tidak mampu membuang limbah secara efektif.
3. Mual dan Muntah: Akibat penumpukan racun dalam darah.
4. Kehilangan Nafsu Makan: Gejala umum pada pasien dengan gangguan ginjal.

 

Meskipun penting, cuci darah juga memiliki risiko, seperti tekanan darah rendah, kram otot, infeksi di area pemasangan kateter, atau anemia.

Kondisi kesehatan Alvin yang sudah lemah bisa menjadi faktor yang memperburuk hasil dari prosedur tersebut. (lz)

 

Editor : Laila Zakiya
#hemodialisa #gagal ginjal #Alvin Lim #cuci darah