Guru honorer berusia 23 tahun asal Subang, Jawa Barat ini menuai kontroversi karena dianggap belum memenuhi syarat utama jalur RTG, yakni masa kerja minimal dua tahun atau empat semester berturut-turut.
Erlinda, yang merupakan lulusan Universitas Indraprasta PGRI jurusan Pendidikan Sejarah pada Oktober 2023, mulai mengajar di salah satu SD Negeri di Subang pada tahun 2022.
Namun, seperti yang ia jelaskan dalam percakapan di media sosial, datanya baru masuk ke sistem Dapodik pada tahun 2024 setelah ijazahnya dinyatakan linier.
"Iya, itu seperti yang saya jelaskan. Saya mulai mengajar tahun 2022, tapi tidak masuk Dapodik karena ijazah saya tidak linier. Setelah lulus S1 tahun 2023, data saya baru dimasukkan ke Dapodik pada 2024," ungkap Erlinda lewat unggahan yang dibagikan akun TikTok @fitridwiyana933.
Jalur RTG dirancang untuk guru honorer yang menghadapi kendala administratif, seperti belum tercatat di Dapodik.
Syarat utama jalur ini adalah memiliki masa kerja minimal dua tahun dan SK mengajar aktif selama empat semester.
Erlinda mengaku telah memenuhi syarat tersebut dan lolos verifikasi dari Dinas Pendidikan.
“Saya tidak bisa mendaftar PPPK tahap 2 karena masa kerja saya tidak mencukupi, yang dilihat itu nomor registrasi UKG, bukan TMT. Alhamdulillah, Allah kasih jalan dengan adanya kebijakan jalur RTG untuk guru yang memiliki SK aktif mengajar minimal 4 semester,” lanjutnya.
Ia juga menyebutkan bahwa data yang ia ajukan telah melalui proses validasi oleh Dinas Pendidikan setempat melalui survei langsung.
“Dinas melakukan survei dan memvalidasi data saya sehingga saya bisa daftar tahap 2,” tambahnya.
Keberhasilan Erlinda ini mengundang pertanyaan publik.
Banyak pihak merasa aneh karena ia baru lulus kuliah pada Oktober 2023, tetapi berhasil memenuhi syarat dua tahun masa kerja jalur RTG.
Sebagian warganet menduga adanya kejanggalan dalam proses seleksi.
Sebaliknya, ada pula yang membela Erlinda, menyatakan bahwa kebijakan jalur RTG memang untuk membantu guru honorer yang memiliki kendala administratif.
“FYI, aku tidak kenal sama Erlinda Alyanuari. Aku juga nggak tahu apakah dia jujur atau tidak, tapi bisa saja dia memang jujur,” tulis akun TikTok @fitridwiyana933.
Meskipun Erlinda mengaku bahwa semua proses telah sesuai prosedur, umur 23 tahun dan masa kerja yang dianggap kurang tetap menjadi perhatian utama publik.
Jalur RTG, yang baru diperkenalkan pada seleksi PPPK 2024, tampaknya memerlukan pengawasan lebih lanjut untuk memastikan keadilan dan transparansi. (lz)
Editor : Laila Zakiya