Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Apa Itu Ritual Zikir Zakar? Modus Oknum Dosen yang Lecehkan Belasan Mahasiswa Sesama Jenis di NTB

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 1 Januari 2025 | 23:51 WIB
Ilustrasi Pelaku Pidana yang dipenjara.
Ilustrasi Pelaku Pidana yang dipenjara.

SOLOBALAPAN.COM - Di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), seorang dosen berinisial RL diduga terlibat dalam tindak pelecehan seksual terhadap sepuluh mahasiswa laki-laki.

Dosen yang aktif mengajar di dua perguruan tinggi tersebut telah dilaporkan oleh para korban ke Polda NTB.

Sabri, pendamping korban dari LSM Sasaka Nusantara Lombok Barat, mengungkapkan bahwa pelaku menggunakan berbagai pendekatan untuk mendekati para korban.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku menerapkan sejumlah cara yang berbeda dalam upayanya menjerat para mahasiswa tersebut.

Sabri, pendamping korban dari LSM Sasaka Nusantara Lombok Barat, menjelaskan bahwa pelaku menggunakan berbagai pendekatan untuk menjerat para korbannya.

Salah satu cara yang dilakukan pelaku adalah dengan bergabung dalam komunitas-komunitas yang sering dihadiri oleh para mahasiswa korban, serta mengikuti diskusi ilmiah di mana mereka aktif berpartisipasi.

"Pelaku ini sering ikut kegiatan dengan kita di komunitas. Ikut diskusi-diskusi ilmiah," kata Sabri saat diwawancarai pada akhir pekan lalu.

Setelah itu, pelaku memilih untuk mendekati mahasiswa yang memiliki latar belakang yang kurang baik, berusaha membangun kedekatan.

Ketika hubungan itu sudah terjalin, pelaku mulai menyampaikan ajakan untuk bertaubat dan mengikuti ritual yang ia sebut sebagai "zikir zakar" atau zikir yang melibatkan alat kelamin sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Pelaku mengungkapkan kepada korban bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dalam keadaan berzikir, termasuk organ tubuh manusia.

Ia mengklaim bahwa titik paling vital yang sering mengingat Tuhan adalah kelamin atau zakar.

"Modusnya banyak. Ada zikir zakar mengelaborasi kajian ilmiah dengan spiritual. Zikir zakar dia sebut sebagai zikir alat kelamin," ujar Sabri.

Pelaku kemudian melakukan tindakan pelecehan terhadap korban dengan cara menyentuh alat kelaminnya.

Selain itu, ia juga menggunakan alasan lain dengan mengajak korban melakukan mandi suci yang diklaim dapat membersihkan dosa-dosa mereka.

"Modus kedua dengan mandi suci dengan alasan pengobatan. Dia mengatakan korban memiliki masalah atau kesalahan di masa lalu yang perlu diatasi," ujar Sabri.

Akibat perbuatan pelaku, para korban menderita trauma psikologis yang mendalam. Salah satu korban bahkan mengalami perubahan signifikan dalam orientasi seksualnya.

"Paling parah, ada korban yang sudah tidak tertarik lagi dengan perempuan. Bahkan, ada yang mengalami perubahan orientasi seksual," kata Sabri.

Sabri juga menjelaskan bahwa sebagian besar korban yang dipilih oleh pelaku adalah mahasiswa dengan penampilan fisik menarik.

"Dia pilih-pilih untuk dijadikan korbannya, dan kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa yang berpenampilan gagah atau tampan," tambahnya.

Kasus ini mencerminkan betapa pentingnya kewaspadaan terhadap perilaku predator seksual yang menyamar di balik kedudukan atau status sosial tertentu, seperti seorang dosen yang seharusnya menjadi teladan bagi para mahasiswanya.

Tindakannya yang memanipulasi agama dan spiritualitas untuk melegalkan perbuatan tidak bermoral ini semakin memperburuk dampaknya pada korban, yang tidak hanya mengalami trauma fisik, tetapi juga psikologis.

Selain itu, tindakan pelaku yang memilih korban berdasarkan penampilan fisik juga menunjukkan adanya ketimpangan dalam pemilihan target yang sangat tergantung pada norma-norma sosial yang dangkal.

Kasus ini memperingatkan kita semua akan pentingnya perlindungan yang lebih baik terhadap mahasiswa dan kebutuhan untuk lebih memperkuat kesadaran akan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Diharapkan pihak berwenang dapat memberikan hukuman yang setimpal serta dukungan psikologis yang memadai untuk para korban agar mereka bisa pulih dan melanjutkan hidup mereka dengan lebih baik. (did)

UNTUNG: Petani memanen jagung manis untuk dijual ke pasar. 
UNTUNG: Petani memanen jagung manis untuk dijual ke pasar. 
Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#sesama jenis #mahasiswa #ritual zikir zakar #ntb #dosen