SOLOBALAPAN.COM - Denny Sumargo akhirnya buka suara terkait rekaman percakapan pribadinya dengan pengacara Farhat Abbas yang bocor dan memicu kontroversi.
Rekaman tersebut membahas Teh Novi alias Pratiwi Noviyanthi, yang saat ini sedang berseteru dengan Agus Salim.
Dalam percakapan itu, Denny Sumargo atau Densu, mengaku hanya ingin menggali informasi, namun publik justru merasa kecewa karena ia diduga ikut menjelekkan Teh Novi.
Rekaman yang diunggah di kanal YouTube Time2Update memuat percakapan Denny dengan Farhat.
Dalam rekaman itu, Denny terlihat khawatir pembicaraannya akan direkam.
"Ini lu nggak rekam kan pembicaraan gua ya? Awas lu rekam-rekam. Gua mau nanya pribadi soalnya. Lu jangan rekam ya, nanti lu adu domba ke gua lagi, awas ya," ujar Densu dengan nada tegas.
Namun, percakapan tersebut tetap bocor ke publik.
Dalam percakapan itu, Farhat Abbas membahas gaya hidup Teh Novi yang disebutnya "hedon," bahkan menuduhnya sebagai pengguna narkoba.
"Iya gua agak bertanya itu sebenarnya," kata Denny menanggapi pernyataan Farhat.
"Karena orang dekatnya bilang dia ani-ani juga, gitu," ujar Farhat Abbas.
Pernyataan ini membuat Denny terkejut, meski ia mengaku sempat mendengar rumor serupa.
"Iya gua sempat dengar juga soalnya ada yang nyimpen gitu-gitu tapi gua berbaik sangka aja," timpal Densu.
Melalui Instagram pribadinya, Denny menegaskan bahwa ia telah menyampaikan isi percakapan tersebut kepada Teh Novi dan tim hukumnya dua bulan yang lalu.
Ia merasa heran mengapa isu ini baru viral sekarang.
"Ya mengenai video rekaman suara saya sama Farhat itu sudah saya sampaikan ke Novi, ke pengacaranya, intinya ke timnya dua bulan lalu," ujar Densu, Minggu (29/12/2024), seperti dikutip SoloBalapan.com.
Denny juga menjelaskan bahwa ia telah memberikan semua bukti terkait, termasuk pesan WhatsApp Farhat Abbas yang membicarakan Novi.
"Itu sudah saya sampaikan, termasuk semua WA Farhat ke saya yang membicarakan tentang Novi. Dan tujuan serta maunya Farhat itu sendiri," lanjut Denny.
Menurutnya, klarifikasi ini seharusnya tidak menjadi hal baru bagi publik.
"Jadi itu sudah saya sampaikan, harusnya bukan suatu hal yang baru dan itu udah lama," tandasnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya