Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ayah Jessica Iskandar Sakit Apa? Kabar Duka Menyelimuti Keluarga Jedar, Ayah Istri Vincent Verhaag Meninggal Dunia

Didi Agung Eko Purnomo • Minggu, 29 Desember 2024 | 22:37 WIB
Ayah Jessica Iskandar meninggal dunia setelah Jedar dikaruniai anak ketiga
Ayah Jessica Iskandar meninggal dunia setelah Jedar dikaruniai anak ketiga

SOLOBALAPAN.COM - Keluarga Jessica Iskandar tengah diliputi duka setelah ayahnya, Hardy Iskandar, meninggal dunia pada Sabtu, 28 Desember 2024, sekitar pukul 06.30 WIB.

Berita ini disampaikan Jessica pada hari berikutnya melalui akun Instagram pribadinya.

“Ayah kami tercinta telah meninggal dunia. Rest in peace Papa Hardy Iskandar,” tulis Jessica pada Ahad, 29 Desember 2024, dengan penuh rasa kehilangan.

Aktris dan presenter yang lahir pada 1988 itu mengenang sosok ayahnya sebagai pribadi yang luar biasa, penuh kasih, dan tak tergantikan.

Dalam unggahan tersebut, Jessica menyampaikan harapannya agar perjalanan terakhir ayahnya dipermudah.

Ia juga memohon doa dari semua pihak agar ayahnya diterima di sisi Tuhan.

“Mohon doanya agar lapang jalan pulangnya ke dalam pelukan kasih Tuhan. Mohon dimaafkan bila ada salah kata dan perbuatan,” tambah Jessica.

Jessica menggambarkan ayahnya sebagai sosok yang penuh kasih, yang tak pernah marah atau berbicara dengan nada tinggi.

“Papa adalah cerminan kasih. Tidak pernah sekalipun papa marah kepadaku, membentak atau apapun itu dengan nada tinggi. Papa selalu memperlakukan aku sebagai putri kecil papa,” kenangnya dengan penuh haru.

Meski merasa sangat berat, Jessica berusaha untuk merelakan kepergian ayahnya.

Ia meyakini bahwa Hardy kini telah menemukan kedamaian setelah bertahun-tahun berjuang melawan berbagai penyakit.

“Sekarang kamu telah pergi. Karena Tuhan mau kamu pulang! Kamu ada di tempat yang lebih baik sekarang,” ungkap Jessica dalam bahasa Inggris.

Jessica juga menambahkan rasa syukur atas segala yang telah dilakukan ayahnya selama ini.

“Papa, kamu telah melakukan yang terbaik sebagai seorang ayah. Kamu telah melakukan begitu banyak hal baik untuk kami. Tidak ada lagi rasa sakit untukmu

. Kamu bebas, kamu bisa terbang dan menikmati surga. Karena Tuhan selalu baik, selalu penuh kasih, dan Dia sangat mencintaimu,” lanjut Jessica.

Saat ini, jenazah Hardy Iskandar disemayamkan di rumah duka Sentosa, Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Prosesi penghormatan terakhir akan dilaksanakan pada Malam Kembang, Selasa, 31 Desember 2024, pukul 19.00 WIB, sebelum jenazah dikremasi pada Rabu, 1 Januari 2025, pukul 09.00 WIB.

Perjuangan Melawan Penyakit

Penyebab pasti kematian Hardy Iskandar belum diumumkan oleh pihak keluarga.

Namun, diketahui bahwa sang ayah telah lama berjuang melawan berbagai penyakit yang mengganggu kesehatannya.

Pada Januari 2024, kondisinya sempat memburuk sehingga harus dilarikan ke IGD akibat kelelahan.

Jessica sempat mengabarkan kondisi ayahnya yang semakin melemah lewat unggahan Instagram.

“Feel better soon, Pap. Doain ya semuanya, makasih,” tulisnya pada 27 Januari 2024, memperlihatkan Hardy yang terbaring di rumah sakit dengan pakaian pasien berwarna biru.

Jessica juga menjelaskan bahwa kondisi ayahnya semakin memburuk akibat komplikasi penyakit yang telah lama dideritanya.

“Sakitnya itu sudah banyak banget. Mulanya dari diabetes, lalu lari ke jantung, darah tinggi, kolesterol, ke ginjal, sampai kena stroke. Bahkan prostatnya juga kena. Itu karena selain diabetes, papa merokok,” ujar Jessica dalam sebuah wawancara pada Februari 2024.

Pada puncak krisis kesehatannya, Hardy harus dirawat intensif di rumah sakit karena kelelahan setelah merawat kakaknya yang sakit.

“Papaku sakitnya kambuh karena kecapekan dan lupa minum obat. Kemarin itu papaku habis jenguk kakaknya di rumah sakit, jadi ikut nungguin. Makannya kesehatannya menurun,” ungkap Jessica, mengenang kejadian tersebut.

Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, termasuk membawa Hardy berobat ke luar negeri.

Jessica bercerita bahwa ayahnya sempat menjalani perawatan di Penang, Malaysia, setelah beberapa kali menjalani operasi ginjal di Jakarta.

“Kemarin waktu papa kena sakit ginjal di Jakarta, operasinya sampai lima kali dalam sebulan, tapi batu ginjalnya nggak hancur-hancur. Akhirnya kami bawa ke Penang,” tambahnya.

Perjuangan panjang ini menjadi kenangan yang mendalam bagi Jessica dan keluarganya.

Meski merasa kehilangan yang mendalam, mereka merasa berterima kasih atas setiap momen bersama Hardy, serta semua pengorbanan dan kasih sayang yang telah diberikan selama ini. (did)

Iga Swiatek
Iga Swiatek
Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#kabar duka #meninggal dunia #ayah #Vincent Verhaag #jessica iskandar #jedar