SOLOBALAPAN.COM - Peristiwa tragis terjadi di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (22/12), ketika seorang pemuda bernama Satyawan (24) tewas di tangan adik kandungnya sendiri, DA (16).
Aksi pembunuhan keji ini diduga dipicu oleh kondisi mental pelaku yang disebut mengalami gangguan jiwa sejak lama.
Menurut Sabar, tetangga korban, DA mulai menunjukkan gejala depresi setelah kematian sang ibu lebih dari dua tahun lalu.
“Bisa dibilang pelaku ini depresi. Makin parah setelah ibunya meninggal,” ujarnya, dikutip dari Radar Mojokerto.
DA juga diketahui telah putus sekolah dan hanya tinggal bersama kakak dan ayahnya.
Sebelum tragedi, warga sempat mendengar suara cekcok di rumah korban.
Meskipun sering terjadi, pertengkaran kali ini berakhir nahas.
Satyawan ditemukan sang ayah, Misdi (62), dalam kondisi lemas di depan kamar mandi dengan luka tusukan di dada kiri.
“Pakai pisau kecil, satu tusukan,” terang Sabar.
Warga sempat mencoba menyelamatkan korban dengan membawanya ke RSUD Sumberglagah, tetapi nyawanya tak tertolong.
DA telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum.
Namun, latar belakang gangguan psikologisnya menjadi perhatian.
“Sudah lama (pelaku) putus sekolah. Di rumah tinggal bertiga saja, sama kakak dan ayahnya,” tambah Sabar.
Kondisi ini diperburuk oleh rutinitas konflik kecil yang sering terjadi di antara adik-kakak tersebut.
Jasad Satyawan telah dimakamkan di desa setempat, sementara polisi masih menyelidiki kasus ini.
Barang bukti berupa pisau telah diamankan, dan pelaku kini berada di Polres Mojokerto.
Kapolsek Pacet Iptu MK Umam menolak memberikan komentar terkait perkembangan penyelidikan. (lz)