SOLOBALAPAN.COM - Viralnya video ibu kantin yang membuang dagangan siswa MTs Nurul Huda Kalibuntu, Losari, Brebes, memicu kemarahan publik.
Video tersebut menunjukkan makanan berserakan di tanah, disertai narasi bahwa ibu kantin merasa tersaingi oleh dagangan siswa.
Pihak sekolah akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi atas insiden ini.
“Perlu kami klarifikasi bahwa itu bukan jualan siswa,” tegas Syahroni, kepala kurikulum MTs Nurul Huda Kalibuntu, seperti dikutip dari unggahan akun X @neVerAl0nely.
Menurut Syahroni, barang dagangan yang viral tersebut sebenarnya merupakan bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5RA) yang berhubungan dengan pelajaran kewirausahaan.
Program ini, kata Syahroni, bertujuan mengembangkan keterampilan siswa dalam berwirausaha sebagai bagian dari kurikulum terbaru.
Syahroni menjelaskan bahwa makanan dalam video viral tersebut bukan merupakan hasil jualan siswa secara pribadi, melainkan hasil karya dari materi pelajaran kewirausahaan yang dikoordinasi oleh seorang guru bernama Kholifah.
“Dagangan tersebut adalah produk dari P5RA yang merupakan bagian dari penguatan profil Pancasila. Jadi, ada kesalahpahaman soal narasi yang beredar,” ungkap Syahroni.
Video yang beredar luas menimbulkan berbagai narasi berbeda di media sosial.
Dalam video itu, ibu kantin disebut sering memarahi siswa yang membeli jajanan dari luar sekolah dan bahkan meminta denda kepada siswa yang membawa makanan dari luar.
Namun, pihak sekolah menilai bahwa kejadian ini telah disalahpahami dan meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
“Bisa disimpulkan bahwa ada kesalahpahaman soal pemberitaan yang beredar,” tambah Syahroni.
Meski pihak sekolah telah memberikan klarifikasi, publik masih mempertanyakan kebenaran peristiwa ini.
Narasi yang menyebut bahwa tindakan ibu kantin merugikan siswa yang berjualan untuk membantu perekonomian keluarga membuat banyak pihak merasa kecewa. (lz)
Editor : Laila Zakiya