SOLOBALAPAN.COM - PT Indofood tengah menghadapi permasalahan terkait Australia yang menarik peredaran produk Indomie.
Diketahui beberapa produk dengan merek Indomie ini tidak mencantumkan kandungan alergen di dalamnya.
Sehingga, Australia terpaksa menarik peredaran makanan instant dengan berbagai varian rasa lokal Indonesia.
Tercatat, ada 3 produk varian Indomie yang ditarik dari pasaran diantaranya Indomie Mie Goreng Rasa Rendang, Indomie Rasa Ayam Bawang, dan Indomie Rasa Soto Mie.
Beberapa produk Indomie ini tidak mencantumkan kandungan alergen di dalamnya sehingga bisa membahayakan bagi para penderita alergen.
"Setiap konsumen yang memiliki alergi atau intoleransi terhadap susu dan/atau telur mungkin mengalami reaksi jika mengonsumsi produk tersebut," tulis Food Standards Australia dalam pengumumannya.
Indomie Mi Goreng Rasa Rendang dan Indomie Rasa Soto Mie tidak mencantumkan kandungan alergen susu, sementara Indomie Ayam Bawang tidak mencantumkan kandungan alergen telur.
Sementara itu, Indofood telah memberikan klarifikasinya terkait penarikan produk Indomie di Australia.
"Ada importir tidak resmi yang membawa produk Indomie Rasa Ayam Bawang, Rasa Soto Mi, dan Mi Goreng Rendang ke Australia," kata manajemen, Kamis (19/12).
Pihak manajemen juga menjelaskan bahwa semua produk yang diedarkan telah mendapatkan Ijin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Sehingga kelalaian ini terjadi setelah adanya importir tidak resmi yang mengedarkan 3 varian rasa indomie ke luar negeri.
"Persyaratan labelnya sesuai Perka BPOM 31/2018 tentang label pangan olahan yang mengharuskan pencantuman keterangan tentang Pangan Olahan yang mengandung Alergen yaitu wajib dicantumkan bahan alergen dalam daftar bahan dengan tulisan yang dicetak tebal dan mencantumkan tulisan informasi alergen berupa 'mengandung alergen, lihat daftar bahan yang dicetak tebal'," jelas manajemen.
Food Standards Australia meminta agar konsumen mengembalikan produk yang telah dibeli dan akan mendapat ganti rugi sepenuhnya.
Hal ini dilakukan apabila konsumen merasa ketakutan apabila produk ini bisa membahayakan, jika terdapat reaksi maka bisa memeriksakannya ke dokter. (nda)
Editor : Nindia Aprilia