SOLOBALAPAN.COM - Kasus pelecehan seksual yang melibatkan I Wayan Agus Suartama alias Agus Buntung terus menjadi sorotan publik.
Kali ini, perhatian tertuju pada rekaman CCTV dari Nang’s Homestay, tempat Agus sering membawa wanita yang diduga menjadi korban pelecehan.
Menurut Shinta, pemilik homestay, Agus dikenal sering datang bersama wanita yang berbeda-beda, sehingga awalnya ia mengira Agus adalah seorang playboy.
“Kami kan kira dia playboy. Setiap hari dengan orang yang berbeda. Besok datang lain, besoknya lagi lain. Pokoknya sering,” ungkap Shinta, seperti dikutip dari detikcom.
Baru-baru ini, sebuah akun TikTok @selaoktavia288 mengunggah cuplikan video CCTV yang disebut-sebut berasal dari kamar Agus di homestay tersebut.
Rekaman itu memicu spekulasi baru dengan narasi bahwa tindakan yang dilakukan Agus dan para wanita tersebut adalah atas dasar kesepakatan bersama, bukan paksaan.
“Ini salah satu rekaman CCTV Agus, plot twist ternyata sama-sama mau, bukan karena paksaan gaes,” tulis akun tersebut.
Namun, keaslian rekaman ini belum dikonfirmasi oleh Shinta.
Ia belum memberikan komentar apakah video tersebut benar diambil dari CCTV homestay miliknya atau hanya upaya pihak lain untuk memanfaatkan kasus ini demi viral.
Sementara itu, jumlah korban Agus terus bertambah.
Hingga saat ini, 17 wanita melaporkan telah menjadi korban pelecehan, dengan sembilan di antaranya sudah memberikan keterangan kepada polisi.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Lagu Jawa yang Cocok untuk Memeriahkan Hari Ibu 2024! Yuk Simak Ada Apa Saja
Dua dari korban tersebut bahkan masih di bawah umur.
Kasus ini semakin kompleks dengan dugaan bahwa Agus tidak bertindak sendirian.
Ibu kandungnya, I Gusti Ayu Aripatmi, diduga terlibat dalam manipulasi korban, termasuk memberikan iming-iming hadiah berupa emas 1 kilogram untuk memuluskan aksi Agus.
“Ada korban yang diimingi emas 1 kg. Untuk meyakinkan korban, pelaku meminta korban menelepon ibunya, yang kemudian menyetujui tawaran tersebut,” ungkap kuasa hukum korban, Andre Saputra.
Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Agus tidak ditahan karena kondisi fisiknya yang difabel. (lz)
Editor : Laila Zakiya