SOLOBALAPAN.COM - Media sosial tengah digemparkan dengan video seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang menjadi korban perundungan pada Sabtu (14/12/24).
Video tersebut di unggah melalui akun TikTok yang kemudian menyebar di berbagai platform media sosial lainnya.
Berdasarkan informasi, Diketahui 3 orang pria yang terlibat dalam video viral ini memaksa seorang pria berkebutuhan khusus untuk memakan daging musang.
"Pelaku yang diamankan 3, ketiganya ini masih kami lakukan pemeriksaan, yang mana dari ketiga tersebut perannya masing-masing," ujar Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo pada (17/12/24) dilansir dari okezone.
Diketahui, kejadian ini mulai dibongkar oleh kakak korban yang mengetahui video adiknya viral di media sosial.
Ia kemudian tak terima karena adiknya mendapatkan perundungan hingga langsung menggali informasi melalui beberapa tetangga di sekitar rumahnya.
Kakak korban juga menelousuri jejak digital video tersebut guna mendapat informasi pelaku utama yang mengunggah video adiknya.
"Jadi pelapor sempat kaget lantaran adiknya di suruh memakan daging musang yang masih terdapat darah," katanya.
Merasa tak terima dengan perlakuan ketiga pria tersebut, kakak korban langsung meneruskannya ke kepolisian.
Ia mencoba melaporkan perundungan yang dilakukan kepada adiknya yang berstatus sebagai Anak Berkebutuhan Khusus.
"Pagi harinya sekira jam 11.00 WIB pelapor datang ke Polsek Katapang dengan maksud meminta arahan terkait dengan kejadian tersebut karena pelapor tidak terima dan merasa terpukul dengan adanya video adiknya," tutur dia.
Ternyata, setelah menjalani pemeriksaan oleh Polresta Bandung, mereka membenarkan bahwa daging itu adalah daging musang hasil buruan ketiganya.
pukul 22.27 WIB.
"Jadi Jeri yang mempunyai akun tiktok dan menguplod video, kemudian Risal yang merekam video dan mengunggah ke status WA dan Wahyu alias Okay yang berkata dalam video 'Mabuk dulu mabuk dulu seperti anjing yang belum makan 3 hari ini mah'," jelasnya.
Mereka juga mengungkapkan bahwa awalnya ketiga orang tersebut hanya iseng dengan tujuan untuk mencari followers.
Namun siapa sangka, ternyata video tersebut makin viral dan tersebar di berbagai media sosial.
"Awalnya iseng-iseng kemudian biar viral mencari follower, tapi begitu ini viral justru yang bersangkutan menutup akunnya karena ketakutan," tambahnya. (nda)
Editor : Nindia Aprilia