SOLOBALAPAN.COM - Irenne Ghea baru-baru ini mengungkapkan pengalaman traumatisnya setelah diminta untuk tampil dalam acara CB Nganjuk.
Ketika tiba di lokasi acara, mobil yang ia tumpangi menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah peserta tanpa adanya pengamanan yang memadai dari panitia.
Dalam sebuah video yang direkam oleh Irenne sendiri, terlihat bagaimana para peserta acara CB Nganjuk melakukan berbagai tindakan merusak mobil Ghea, seperti mengguncang, menendang, hingga memukul kendaraan tersebut.
Tak hanya itu, Irenne juga mendengar ancaman untuk membakar mobilnya, serta kata-kata kasar yang dilontarkan oleh orang-orang di sekitar.
Panitia yang tidak mengambil tindakan untuk mengamankan situasi ini semakin memperburuk kondisi, membuat Ghea merasa sangat traumatis dan tidak nyaman.
Kejadian ini sangat mengecewakan bagi dirinya karena seharusnya acara tersebut dapat berjalan dengan lebih tertib dan aman.
Lantas Siapakah Irenne Ghea?
Irenne Ghea, yang dikenal sebagai penyanyi dangdut populer di Jawa Timur, juga merupakan sahabat dekat Nella Kharisma dan Happy Asmara.
Ia lahir dengan nama lengkap Irenne Ghea Monderella di Blitar, Jawa Timur, pada tanggal 5 Desember 1998, sebagai anak tunggal dari pasangan almarhum Wagiso dan Sriani Monderella.
Wajah blasterannya didapat dari ibunya yang memiliki keturunan Belanda, Tunisia, dan Jawa Timur, sementara ayahnya berdarah Pakistan-Jawa Tengah.
Irenne memulai karier musiknya sejak kecil dengan mengikuti berbagai kompetisi menyanyi. Salah satu pencapaiannya adalah meraih Juara 3 Lomba Campursari tingkat SMA se-Jawa Timur.
Sebelum meniti karier sebagai penyanyi dangdut, Irenne Ghea sempat berkarier sebagai sinden.
Namun, karena jam kerjanya yang tidak menentu—seringkali dimulai pada malam hari dan berlangsung hingga pagi—Ghea memutuskan untuk keluar dari dunia sinden.
Kemudian, Irenne memutuskan untuk fokus menjadi penyanyi dangdut.
Nella Kharisma menjadi inspirasi utamanya, dengan gaya tampilannya yang sederhana namun tetap cantik.
Irenne debut di dunia dangdut dengan merilis lagu "Maksa-Maksa" pada tahun 2018, dan hingga kini telah merilis lebih dari 10 single, dengan lagu terbarunya berjudul "Ditinggal Pas Sayang-sayange."
Selain berkarier di dunia musik, Irenne Ghea juga sukses dalam dunia bisnis.
Ia merupakan pemilik dari Leensta Whitening Official dan Brand Ambassador di klinik kecantikan Dermaster.
Meskipun baru berusia 26 tahun, Irenne Ghea sudah berstatus janda.
Ia menikah dengan Noval KDI pada tahun 2021, namun rumah tangga mereka hanya bertahan selama 2,5 tahun.
Dari pernikahan tersebut, Irenne dikaruniai seorang putri bernama Aileen, yang kini tinggal bersamanya.
Mengenai alasan perceraian, Irenne memilih untuk tidak mengungkapkannya, meskipun ia menegaskan bahwa dirinya tidak trauma untuk menikah lagi di masa depan.
Pada acara tahunan komunitas motor CB, suasana menjadi sangat kacau. Puluhan anggota komunitas motor CB tampak memenuhi lorong-lorong toko untuk beristirahat.
Mereka duduk dan bahkan tiduran di lantai, mengotori area minimarket dengan jejak lumpur, sehingga mengganggu operasional toko tersebut.
Kejadian ini menyebabkan toko mengalami kerugian yang cukup besar, dengan pendapatan dilaporkan turun hingga Rp 4 juta.
Video yang mengabadikan suasana tak tertib ini diunggah oleh akun Instagram @jakartasiana dan menuai kritik keras dari warganet.
Tak sedikit yang menyayangkan kejadian tersebut, termasuk tindakan yang merugikan banyak orang.
Salah seorang warganet menuliskan di Instagram @whyarifudin, “Katanya hobi mahal kok gak tidur hotel?” sementara yang lainnya, @melissa_silangit, menambahkan, “Malah ada yang merokok di dalam toko lagi.”
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak penyelenggara acara CB terkait insiden yang terjadi, meskipun kerugian yang ditimbulkan cukup signifikan.
Tindakan yang tidak bertanggung jawab ini menunjukkan pentingnya pengelolaan acara yang lebih baik dan pengamanan yang lebih ketat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Ke depan, diharapkan panitia acara dan pihak terkait dapat lebih memperhatikan keamanan dan kenyamanan para peserta serta masyarakat sekitar.
Kejadian seperti ini harus dijadikan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan acara di masa yang akan datang. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo