SOLOBALAPAN.COM - Nama Dedy Mandarsyah menjadi perhatian publik setelah dikaitkan dengan kasus dugaan penganiayaan terhadap (MLH), dokter koas Universitas Sriwijaya (Unsri).
Dedy adalah ayah dari Lady Aurellia Pramesti, rekan Koas korban, yang diduga menjadi pemicu konflik terkait jadwal piket libur Natal dan Tahun Baru.
Kasusnya makin viral dan melebar usai video berdurasi sekian detik banyak tersebar di media sosial.
Bahkan, karena ulah pria berbaju merah yang diketahui merupakan pihak keluarga Lady Aurellia Pramesti, korban sampai mendapatkan beberapa luka.
Profil dan Riwayat Pekerjaan
Dedy Mandarsyah adalah pejabat di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang saat ini menjabat sebagai Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat.
Ia mulai menjabat pada Oktober 2024, menggantikan Handiyana.
Sebelumnya, Dedy memiliki karier panjang di bidang infrastruktur. Ia pernah menjadi Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Riau (2016-2019) dan Kepala Satuan Kerja di Sumatera Selatan (2019).
Hingga Desember 2022, Dedy bertugas sebagai Pejabat Pembuat Komite (PPK) sebelum dipindahkan ke BPJN Kalimantan Barat.
Kasus Anak yang Viral
Kasus ini bermula dari ketidakpuasan Lady Aurellia Pramesti terhadap jadwal piket koas yang ditentukan oleh MLH.
Konflik memuncak ketika orang tua Lady, termasuk Dedy, memanggil MLH untuk membahas jadwal tersebut.
Dalam pertemuan yang berakhir ricuh, MLH dipukul oleh sopir keluarga Lady, hingga menyebabkan luka memar.
Kasus ini viral setelah rekaman video penganiayaan berdurasi 12 detik tersebar di media sosial.
Hingga kini, pihak kepolisian dan Universitas Sriwijaya tengah menyelidiki kasus tersebut untuk memastikan keadilan bagi semua pihak. (nda)
Editor : Nindia Aprilia