SOLOBALAPAN.COM - Nama Lady Aurellia Pramesti terus menjadi perhatian publik usai kasus pemukulan Ketua Koas, Luthfi, oleh sopir keluarganya mencuat di Palembang.
Di tengah hujatan yang diterima Lady atas keterlibatannya dalam insiden ini, sosok kekasihnya, Pratama Budi, juga ikut disorot.
Pratama Budi sempat memberikan dukungan kepada Lady melalui unggahan di akun Instagram-nya, sebelum akhirnya menghilang dari ruang publik.
Di tengah ramainya pemberitaan dan kecaman terhadap Lady, akun Instagram milik Pratama Budi, yang diketahui sebagai kekasih Lady, menjadi perhatian warganet.
Dikutip dari cuitan akun X @matchamochii19 pada 12 Desember 2024, Pratama sempat mengunggah foto bersama Lady sambil memberikan dukungan.
Dalam unggahan tersebut, Pratama terlihat merangkul Lady dengan caption berbunyi:
"Semangat sayang! @aureelady," tulis Pratama.
Namun, unggahan ini justru memancing reaksi negatif dari warganet.
Banyak yang menilai dukungan tersebut tidak pantas, mengingat Lady dianggap sebagai pemicu insiden kekerasan yang melibatkan sopir keluarganya dan menyebabkan luka serius pada Luthfi.
Tak lama setelah kasus ini menjadi viral, akun Instagram Pratama Budi (@pratamabudii) mendadak hilang.
Akun tersebut kini tidak lagi bisa diakses publik, membuat warganet semakin penasaran dengan sosok kekasih Lady.
Banyak spekulasi bahwa keputusan menggembok akun tersebut diambil untuk menghindari serangan komentar dari netizen, yang terus menguliti kehidupan pribadi Lady dan orang-orang di sekitarnya.
Lebih lanjut, publik saat ini tengah digegerkan dengan pemukulan seorang senior koas di Palembang.
Disebutkan bahwasanya insiden ini bermula dari protes Lady terhadap jadwal jaga malamnya yang bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru.
Protes tersebut akhirnya memicu penganiayaan terhadap Luthfi oleh sopir keluarganya di sebuah kafe di Palembang.
Video insiden tersebut viral di media sosial, memicu kecaman luas terhadap Lady dan keluarganya.
Kasus ini kini tengah ditangani Polda Sumatera Selatan, sementara Luthfi masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Palembang. (lz)
Editor : Laila Zakiya