SOLOBALAPAN.COM - Kasus rudapaksa yang melibatkan Agus Buntung kembali menjadi perhatian setelah salah satu korban hadir di podcast Deddy Corbuzier di kanal YouTube-nya.
Korban mengungkapkan bagaimana Agus Buntung menggunakan manipulasi hingga ancaman untuk menjebaknya.
Kesaksian ini memberikan gambaran lebih jelas tentang modus operandi pelaku.
Dalam proses penyidikan, kepolisian telah melakukan rekonstruksi di tiga lokasi di Mataram, yaitu Taman Udayana, pinggiran Islamic Center, dan sebuah penginapan.
Rekonstruksi mencatat sebanyak 49 adegan, lebih banyak dari berita acara pemeriksaan (BAP) yang awalnya hanya mencakup 28 adegan.
"Rekonstruksi ini mengungkap lebih banyak detail, termasuk perbedaan versi antara korban dan tersangka," ujar Kombes Pol. Syarif Hidayat, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB.
Ia menambahkan bahwa rekonstruksi ini menjadi bahan pertimbangan penting dalam persidangan.
Dalam rekonstruksi, korban menjelaskan bagaimana Agus Buntung menggunakan rayuan untuk mengajaknya ke penginapan dan kemudian mengancamnya.
"Dia bilang kalau keluarga saya tahu, kami akan digrebek warga dan dipaksa menikah," ungkap korban.
Pernyataan korban tentang modus Agus Buntung semakin mengungkap manipulasi pelaku. "Dia sempat bertanya kepada saya, punya pacar atau tidak. Ketika saya jawab tidak, dia lanjut bertanya, 'Masih perawan, nggak?' Pertanyaan itu membuat saya bingung dan tidak nyaman," tutup korban dalam podcast tersebut.
Kesaksian ini menambah daftar bukti yang memperkuat dugaan terhadap Agus Buntung. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan hukuman tegas bagi pelaku kejahatan seksual.
Sementara itu kini Agus Buntung telah menjalani proses rekontruksi dan diamankan oleh pihak kepolisian. (nda)
Editor : Nindia Aprilia