Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Korban Selamat Bongkar Fakta Kasus Polisi Tembak Pelajar SMK N 4 Semarang, Tegaskan Tak Ada Tawuran seperti Kata Polisi!

Laila Zakiya • Selasa, 10 Desember 2024 | 15:38 WIB
Tersangka penembakan Gamma Rizkynata Oktavandy yaitu Aipda Robig Zainudin polisi anggota Polrestabes Semarang disidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).
Tersangka penembakan Gamma Rizkynata Oktavandy yaitu Aipda Robig Zainudin polisi anggota Polrestabes Semarang disidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

SOLOBALAPAN.COM - Kasus penembakan pelajar SMK di Semarang oleh Aipda Robig Zaenudin semakin menuai perhatian publik.

Korban selamat, seorang siswa berinisial A, membantah keras narasi polisi yang menyebut penembakan itu terkait tawuran atau perlawanan.

Menurut A, ia dan teman-temannya hanya nongkrong biasa sebelum insiden mengerikan itu terjadi.

A menceritakan bahwa ia sangat terkejut saat tiba-tiba ditodong dan ditembak oleh Aipda Robig. Kejadian itu berlangsung cepat dan tanpa peringatan.

"Ngga ada (peringatan, Red) langsung der, der, langsung aja. Itu saya lihatnya satu doang ke saya, nggak tau sebelumnya, tapi ternyata kok sudah ada tembakan sebelumnya," ujar A.

A, yang saat itu berboncengan dengan S, korban lain yang juga selamat, menjelaskan bagaimana peluru sempat menyerempet dirinya sebelum akhirnya mengenai S.

"Tapi saya sadar saya kena peluru, mikir, masuk apa nggak ya, masuk apa nggak ya. Satu peluru kan, nyerempet terus masuk ke S, mungkin S nyangkolong ke belakang di pundak," tambahnya.

Korban juga membantah narasi yang menyebut ada tawuran. Ia menegaskan bahwa malam itu, mereka hanya nongkrong di daerah Kalipancur sebelum memutuskan untuk pulang.

"Nggak, main di tongkrongan, nama tempatnya nggak tahu. Di sekitar situ (TKP penembakan, Red) juga. Awalnya mereka nongkrong di salah satu temannya, terus ke situ, saya nyusul," jelas A.

A menekankan bahwa tidak ada tindakan serempetan atau perlawanan seperti yang diungkapkan oleh polisi.

Ia justru merasa trauma akibat penembakan yang terjadi mendadak.

Baca Juga: Malam Ini! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Myanmar di Piala AFF 2024: Laga Perdana Garuda Muda

"Saya posisi ketembak kan tangan satu, tangan satu kan mesti jatuh, ini nggak jatuh. Habis ketembak, dor, langsung lemes," ungkapnya sembari memeragakan posisi mengendarai motor.

Kuasa hukum korban, Zainal Petir, juga menegaskan bahwa rekaman CCTV di lokasi kejadian tidak menunjukkan adanya perlawanan dari korban sebelum penembakan.

Ia membantah klaim polisi yang menyebut penembakan dilakukan untuk membubarkan tawuran.

"Kan nggak ada perlawanan, katanya melawan dengan diambil tindakan tegas itu karena melawan, nggak melawan. Wong kalau waktu itu dia menghindar saja kena tembus dada loh, masuk ke dalam," beber Zainal.

Setelah insiden tersebut, A mengaku mengalami trauma mendalam. Ia kini dilarang oleh keluarganya untuk keluar malam.

"Trauma pasti, sekarang kalau keluar malam juga nggak boleh lagi. Paling malam sampai jam 10 malam sudah harus pulang," ujar A.

Lebih lanjut, Aipda Robig Zaenudin telah diberhentikan secara tidak hormat melalui sidang kode etik di Mapolda Jawa Tengah.

Ia juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pidana penembakan yang menewaskan Gamma Rizkynata Oktavandy.

Polisi memberi waktu tiga hari bagi Robig untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #SMK N 4 Semarang #Aipda Robig Zaenudin #Polisi Tembak Pelajar