SOLOBALAPAN.COM - Kontroversi seputar ucapan Gus Miftah yang dianggap menghina pedagang es teh bernama Sunhaji terus memanas.
Salah satu tokoh yang turut terseret adalah Habib Zaidan Bin Yahya, yang duduk di samping Gus Miftah dalam acara tersebut dan terlihat ikut tertawa saat guyonan itu dilontarkan.
Setelah video tersebut viral di media sosial, Habib Zaidan memberikan klarifikasi melalui sebuah unggahan di Instagram.
Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Sunhaji, pedagang yang menjadi subjek guyonan Gus Miftah.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya mau mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya untuk Bapak Sunhaji,"* ucap Habib Zaidan dalam video yang dikutip dari akun Instagram @fakta.indo.
Namun, dalam pernyataan tersebut, Habib Zaidan menyebut bahwa tertawanya bukan karena ingin merendahkan Sunhaji, melainkan karena suasana di acara tersebut.
"Di sini saya tidak memberikan pembelaan kepada siapapun, Gus Miftah juga salah, saya juga salah karena ikut menertawakan. Tapi yang saya tertawakan bukan Bapak Sunhaji, melainkan suasana pada saat acara itu," tambahnya.
Meskipun telah meminta maaf, pernyataan Habib Zaidan menuai pro dan kontra di kalangan warganet.
Beberapa menganggap permintaan maafnya tulus, tetapi tidak sedikit yang merasa klarifikasi tersebut hanya dalih untuk mencari pembenaran.
Salah satu komentar tajam datang dari akun Instagram @helooria yang menulis, "Kalo minta maaf minta maaf saja. Jangan ada dalil masih mencari pembenaran atas kelakuanmu."
Hal senada juga diungkapkan oleh @__eleanor__979 yang menyebut, "Whattt? Dia habib, tapi nggak mencerminkan seorang Habib sama sekali."
Sementara itu, warganet lain seperti @indahmishwari berkomentar, "Kan kemarin udah minta maaf, direvisi lagi ya minta maafnya."
Habib Zaidan dalam klarifikasinya menegaskan bahwa dalam hatinya tidak pernah terlintas untuk menertawakan Sunhaji.
Namun, warganet merasa bahwa permintaan maaf ini terasa kurang tulus karena adanya dalih yang mencoba menjelaskan alasan di balik tertawanya. (lz)
Editor : Laila Zakiya