Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ayah Agus Sebut Anaknya adalah Pria Baik, Ternyata Malah Jadi Korban Pembunuhan Satu Keluarga Guru di Kediri

Laila Zakiya • Senin, 9 Desember 2024 | 02:46 WIB
Kondisi anak yang selamat dalam kasus pembunuhan di Kediri Jawa Timur.
Kondisi anak yang selamat dalam kasus pembunuhan di Kediri Jawa Timur.

SOLOBALAPAN.COM – Tragedi mengerikan yang mengguncang Kediri, Jawa Timur, membuka tabir kelam yang tak terbayangkan sebelumnya.

Keluarga guru di Dusun Gondanglegi, Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kediri, menjadi korban dalam pembunuhan yang begitu kejam, mengakibatkan tiga nyawa melayang dan satu anak terluka parah.

Namun, apa yang lebih mengejutkan adalah pengakuan pelaku pembunuhan satu keluarga di Kediri, yang ternyata adalah anggota keluarga sendiri, Yusak, adik kandung dari Kristina, istri Agus Komarudin.

Kejadian tragis ini dimulai pada 1 Desember 2024, saat Yusak mengunjungi rumah kakaknya, Agus Komarudin.

Saat itu, Yusak meminjam uang kepada Agus, namun permintaannya ditolak.

Penolakan ini menumbuhkan rasa sakit hati yang mendalam bagi Yusak.

Namun, pada 3 Desember 2024, Yusak kembali datang ke rumah korban dengan niat jahat.

"Pelaku adalah adik kandung dari korban perempuan," ujar Kapolres Kediri, AKBP Bimo Ariyanto, memberikan keterangan resmi.

Tanpa basa-basi, Yusak melakukan penganiayaan yang sangat brutal terhadap Agus, Kristina, dan anak mereka, CAW (12).

Setelah melakukan aksi kejam tersebut, Yusak mengambil barang berharga milik korban dan meninggalkan TKP dengan membawa mobil milik kakaknya, serta tas dan barang-barang lainnya.

Pada 5 Desember 2024, keluarga dan rekan-rekan seprofesi Agus yang mulai cemas karena ketidakhadiran korban di acara ASN Day, datang ke rumah mereka untuk memastikan kondisi.

Baca Juga: Perjalanan Karir Rizky Ridho dari Jual Ayam hingga Kini Jadi Pemain dengan Nilai Pasar Tertinggi di Liga 1 Musim Ini

Apa yang mereka temukan di rumah Agus adalah pemandangan yang tak terlupakan: tiga jasad korban tergeletak bersimbah darah, sementara anak bungsu mereka, SPY (8), ditemukan dalam kondisi kritis.

Ketiganya, Agus, Kristina, dan CAW, tidak selamat.

"Setahu saya dia gak punya musuh," kata Sutarman, ayah Agus, mengenang anaknya yang selalu dikenal baik dan harmonis.

Kebaikan Agus dan Kristina, yang dikenal oleh tetangga dan rekan-rekan kerja, membuat kejadian ini semakin sulit diterima.

Polisi akhirnya berhasil menangkap Yusak di Lamongan, Jawa Timur, hanya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian.

Saat diperiksa, Yusak mengakui perbuatannya dan menjelaskan motif di balik tindakannya yang kejam.

"Motif pelaku melakukan pembunuhan adalah karena sakit hati karena permintaan meminjam uang ditolak korban," jelas Kapolres Kediri.

Yusak mengungkapkan bahwa penolakan permintaan pinjaman uang dari korban menyebabkan ia menjadi emosi.

Dalam kronologi yang disampaikan oleh pihak kepolisian, Yusak datang ke rumah Agus pada sore hari tanggal 3 Desember, dan langsung melancarkan serangan fisik.

"Penganiayaan dilakukan pukul 3 sore, lalu pukul 5 dia meninggalkan TKP," lanjut AKBP Bimo.

Setelah itu, Yusak menghilang, membawa barang-barang berharga milik keluarga korban.

Kematian tragis ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Panas! Dua Nama Ini Disebut-sebut Gantikan Gus Miftah Sebagai Utusan Khusus Presiden, Mana yang Lebih Cocok?

Pemakaman Agus, Kristina, dan CAW pada 6 Desember 2024, di TPU Desa Pandantoyo, menjadi momen yang penuh kesedihan dan keharuan bagi banyak orang yang mengenal mereka.

Sosok Agus yang dikenal ramah dan tidak menunjukkan tanda-tanda masalah dalam hidupnya, membuat tragedi ini semakin tak terbayangkan. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #Agus Komarudin #pembunuhan #kediri