SOLOBALAPAN.COM - Keputusan mundur Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan memicu spekulasi publik tentang siapa yang akan menggantikannya.
Dua nama besar kini muncul ke permukaan sebagai kandidat kuat yang digadang-gadang cocok menggantikan posisi Gus Miftah, yakni Ustaz Adi Hidayat dan Gus Baha.
Nama Ustaz Adi Hidayat pertama kali mencuat di media sosial sebagai pengganti Gus Miftah.
Ustaz yang dikenal dengan ceramahnya yang mendalam ini diusulkan oleh warganet, salah satunya melalui unggahan akun TikTok @fpg.official02.
Postingan tersebut menjadi viral, mendapat lebih dari 290 ribu likes dan 28 ribu komentar.
Banyak yang mendukung Ustaz Adi Hidayat karena dinilai memiliki sikap yang santun dan ilmu agama yang mendalam.
"Ustaz Adi Hidayat adalah figur yang tepat untuk membawa pesan kerukunan dan pembinaan agama," tulis salah satu komentar di media sosial.
Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana terkait kemungkinan penunjukan Ustaz Adi Hidayat sebagai pengganti.
Selain Ustaz Adi Hidayat, nama Gus Baha, murid kepercayaan almarhum Maimoen Zubair, juga mencuat sebagai kandidat kuat.
Gus Baha dikenal karena pendekatan dakwahnya yang penuh kelembutan dan kecintaan pada ilmu agama.
Sosoknya yang sederhana namun berwawasan luas menjadi daya tarik bagi banyak kalangan.
Gus Baha dianggap memiliki kemampuan untuk mempersatukan berbagai elemen masyarakat melalui pendekatan yang moderat..
Hingga kini, Presiden Prabowo Subianto belum mengumumkan siapa yang akan menggantikan Gus Miftah.
Namun, beliau menegaskan bahwa posisi tersebut sangat strategis dan membutuhkan sosok yang memiliki integritas tinggi.
Pengunduran diri Gus Miftah datang setelah kecaman luas dari publik dan petisi yang mendesak pencopotannya.
Petisi berjudul "Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden" telah ditandatangani lebih dari 300 ribu orang.
Tindakan Gus Miftah yang dianggap kurang etis terhadap seorang pedagang es teh menjadi puncak kemarahan publik.
Sementara itu, dua nama yang disebut-sebut cocok mengisi posisi utusan presiden yang ditinggalkan oleh Gus Miftah itu muncul di kalangan para warganet saja. (lz)