Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

YS Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga Guru di Kediri Ternyata Juga Residivis Pencopetan! Dikenal Temperamen dan Suka Ngutang?

Nindia Aprilia • Sabtu, 7 Desember 2024 | 19:57 WIB
Ilustrasi Pelaku Pidana yang dipenjara.
Ilustrasi Pelaku Pidana yang dipenjara.

SOLOBALAPAN.COM - Kabar pembunuhan satu keluarga di Ngancar, Kabupaten Kediri, mulai terungkap setelah polisi berhasil menangkap YS.

Ia merupakan adik kandung dari korban K, yang diduga menjadi pelaku pembunuhan brutal terhadap K (34), suami AK (38), dan anak mereka C (9).

Tragedi ini juga menyisakan satu korban selamat, S (8), yang kini dalam kondisi kritis.

Setelah penyelidikan intensif, polisi mengungkap bahwa YS merupakan seorang residivis yang sebelumnya terlibat dalam kasus pencopetan.

Hal ini diperkuat oleh keterangan dari Kapolres Kediri, AKBP Bimo Ariyanto, yang menyebutkan bahwa YS pernah terjerat kasus kriminalitas di Polres Kediri.

"Dia adalah pelaku kejahatan, seorang residivis pencopetan," jelas Bimo dikutip dari Radar Kediri.

Selain kasus kriminal, YS juga dikenal sebagai pribadi yang temperamental dan memiliki masalah keuangan.

Sumber keluarga mengatakan bahwa YS sering meminjam uang kepada saudara-saudaranya, termasuk kepada Kristina (istri korban), namun sering tidak mengembalikannya.

Kristina menolak memberikan pinjaman sebesar Rp 13 juta yang diminta YS sebelum tragedi itu terjadi.

Sunardi, sepupu korban, mengungkapkan bahwa hubungan YS dengan keluarganya tidak harmonis.

"Dia sering pindah-pindah kerja, tidak lama bertahan, dan akhirnya sering meminjam uang. Namun, Kristina sudah tidak mau meminjamkan uang lagi karena YS tidak mengembalikannya," katanya.

Baca Juga: KA BIAS Madiun-Solo 8 Desember 2024: Yuk Simak Rute dan Waktu Perjalanan, Plus Bisa Mampir CFD di Jalan Slamet Riyadi!

Motif pembunuhan semakin jelas ketika diketahui bahwa penolakan pinjaman uang oleh korban membuat YS marah dan nekat melakukan pembunuhan sadis tersebut.

Meskipun begitu, YS mengaku merasa menyesal dan hanya meninggalkan keponakannya, Samuel (8), dalam kondisi kritis, karena merasa iba.

"Saya menyesal," ujar YS saat dimintai keterangan polisi.

Kejadian tragis ini mengungkap sisi gelap dari seorang pria yang tampaknya memiliki masalah mental dan keuangan, yang akhirnya berujung pada pembunuhan keluarga yang memilukan.

Saat ini, S yang selamat dari tragedi ini masih dirawat intensif dan dalam pemulihan. (nda)

Editor : Nindia Aprilia
#pencopetan #residivis #keluarga #pembunuhan #pelaku #korban #kediri