Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Begini Pengakuan YS, Adik Kandung yang Tega Habisi Satu Keluarga Guru di Kediri! Ternyata Sisakan Satu Keponakan Saat Timbul Rasa Iba!

Nindia Aprilia • Sabtu, 7 Desember 2024 - 19:37 WIB

 

INTENSIF: Samuel Putra Yordaniel, korban selamat pembunuhan saat dirawat di RS Bhayangkara Kediri.
INTENSIF: Samuel Putra Yordaniel, korban selamat pembunuhan saat dirawat di RS Bhayangkara Kediri.

SOLOBALAPAN.COM - Misteri pembunuhan sadis satu keluarga guru di Ngancar, Kabupaten Kediri, semakin terungkap.

YS, yang merupakan adik kandung korban, mengaku menyesal atas tindakannya yang menghabisi nyawa K (34), AK (38), dan anak mereka C (9).

Dalam rilis yang digelar kemarin, YS terlihat duduk selonjor di lantai, menunduk sepanjang konferensi pers. Saat ditanya wartawan tentang perasaannya, pelaku menjawab lirih, "Iya menyesal."

Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai alasan nekatnya melakukan pembunuhan brutal ini, YS hanya bungkam dan terus menunduk.

Kapolres Bimo Ariyanto pun menanyakan lebih lanjut, tetapi pelaku hanya mengulang pernyataan penyesalannya.

YS dikenal sebagai pribadi bermasalah dan pernah terjerat kasus kriminalitas sebelumnya.

"Dia merupakan pelaku kejahatan, dia residivis pencopetan. Kasusnya juga di Polres Kediri," jelas Kapolres Bimo.

Dalam kehidupan keluarganya, hubungan YS dengan anggota keluarga juga tidak harmonis.

Meskipun sudah berumah tangga dan memiliki satu anak, dia bercerai dengan sang istri karena hubungan mereka yang tidak langgeng.

“Penyebabnya apa tidak tahu, tapi memang orangnya temperamen juga,” ujar Sunardi, sepupu dari korban K.

Menurut Sunardi, YS beberapa kali bekerja ke luar daerah, namun tidak bertahan lama dan sering berpindah-pindah tempat kerja.

Baca Juga: CFD Jalan Slamet Riyadi Menanti Anda! Cek Jadwal KRL Solo-Yogyakarta 8 Desember 2024, Jangan Lupa Turunnya di Stasiun Solo Balapan!

"Tak tahu karena bermasalah atau bagaimana, yang jelas kerja gagal terus. Jadinya sering pinjam ke mbaknya," jelasnya.

K, kakak perempuan YS, sudah beberapa kali menolak memberikan pinjaman karena YS tidak pernah mengembalikannya.

"Dia sudah punya hutang Rp 2 juta ke kakaknya, tapi mau pinjam lagi Rp 13 juta. Tentu kakaknya menolak," tambah Sunardi.

Kabar soal kebiasaan YS yang sering meminjam uang namun tidak mengembalikannya sudah beredar di kalangan keluarga.

Sunardi juga mengungkapkan bahwa pada malam kejadian, keluarga yang rumahnya berada di belakang rumah korban mendengar suara gaduh, namun mereka mengabaikan karena tidak menyangka ada kejadian tragis tersebut.

"Saat subuh juga lihat mobilnya (mobil korban) keluar. Pikirnya berangkat kerja, karena memang biasanya begitu," jelasnya, setelah menghadiri pemakaman korban, dikutip dari Radar Kediri.

Mengenai tuduhan YS bahwa Kristina mengusir ayahnya, Sunardi membantahnya.

"Memang benar K, tidak setuju dengan ayahnya yang ingin menikah lagi, tapi dia tidak mengusir. Bapaknya sendiri yang merajuk dan pergi," ujar Sunardi yang mengetahui langsung karena sering berkomunikasi dengan keluarga tersebut. (nda)

Editor : Nindia Aprilia
#keluarga #adik #guru #pembunuhan #pelaku #korban #kediri