SOLOBALAPAN.COM – Pembunuhan sadis yang menimpa satu keluarga di Ngancar, Kabupaten Kediri, mulai menemui titik terang.
YS, adik ipar korban K (34), suami AK (38), dan anak mereka C (9), yang diduga sebagai pelaku pembunuhan tersebut, akhirnya berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian.
Peristiwa tragis ini meninggalkan seorang anak yang selamat, S (8), yang kini masih dalam kondisi kritis namun menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Pembunuhan terjadi setelah YS meminta pinjaman uang sebesar Rp 10 juta kepada korban, namun permintaannya ditolak.
Hal ini memicu kemarahan YS yang akhirnya menghabisi nyawa keluarga tersebut.
YS berhasil ditangkap di Lamongan pada Jumat (6/12/2024), setelah proses penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.
Melansir dari Radar Kediri AKP Sriati, Kasi Humas Polres Kediri, mengonfirmasi penangkapan tersebut dan mengatakan, "Penangkapan dilakukan setelah koordinasi dengan pihak berwajib di Lamongan. Kami akan menggelar rilis resmi pada Jumat siang setelah sholat Jumat."
Kecurigaan terhadap YS muncul setelah ia mendatangi rumah korban pada Minggu (1/12/2024), yang dinilai sangat tidak biasa karena YS tidak pernah berkunjung sebelumnya.
Beberapa warga juga melaporkan mendengar kegaduhan di rumah korban pada malam kejadian, yang ternyata berujung pada tragedi pembunuhan.
Namun, tidak ada yang menyangka bahwa kegaduhan tersebut akan berakhir dengan pembunuhan yang begitu mengenaskan.
Sementara itu, S, anak bungsu keluarga yang selamat dalam peristiwa tragis ini, kini mulai membaik setelah mendapatkan perawatan medis intensif.
Samuel yang ditemukan dalam kondisi kritis setelah kejadian tersebut kini dalam pemulihan.
Polisi juga memberikan pendampingan psikologis kepada Samuel untuk membantu proses pemulihannya baik fisik maupun psikis, mengingat trauma yang begitu mendalam akibat kehilangan orang tuanya.
Tapi, di sisi lain, YS mengaku merasa iba terhadap keponakannya yang terakhir.
“Kalau pengakuan tersangka, dia memang memastikan (terlebih dahulu) tiga orang (Agus, Kristina, dan Christian) yang dia tinggalkan dalam kondisi tidak bernapas,” jelas AKP Fauzy Pratama.
Sementara, Samuel belum tewas ketika dipukul. Menurut keterangan YS, keponakannya itu masih sadar dan berusaha merangkak ke arah kasur meskipun dalam kondisi bercucuran darah.
"Untuk korban yang paling kecil, memang dibiarkan. Tersangka meninggalkan dalam kondisi bernapas. Alasannya meninggalkan dalam kondisi seperti itu, dia merasa kasihan pada yang paling kecil. Pengakuannya seperti itu," jelas Fauzy.
YS kemudian menutupi tubuh Samuel dengan baju setelah melukai keponakan lainnya yang telah meninggal.
Menurut Kapolres Kediri, AKBP Bimo Ariyanto, "Alhamdulillah kondisinya semakin membaik," setelah RS Bhayangkara berhasil mengoperasi korban, mengeluarkan gumpalan darah di kepala. (nda)
Editor : Nindia Aprilia