SOLOBALAPAN.COM - Sebuah tragedi mengenaskan menimpa sebuah keluarga di Ngancar, Kediri, Jawa Timur.
Tiga orang dari keluarga tersebut ditemukan tewas di rumah mereka, sementara satu anak lainnya dalam kondisi kritis.
Insiden ini menghebohkan warga setempat, yang menduga bahwa keluarga ini menjadi korban pembunuhan.
Berikut merupakan beberapa rangkuman kronologi kejadian yang menimpa satu keluarga di Kediri.
Penemuan Korban
Kejadian ini mulai terungkap pada pagi hari sekitar pukul 09.30 WIB. Pihak sekolah merasa curiga karena AK (38), seorang guru, tidak bisa dihubungi setelah izin tidak masuk sekolah pada hari sebelumnya.
Rekan-rekannya mencoba menghubungi keluarga korban, namun tidak mendapat respons.
Salah seorang keluarga yang merasa khawatir kemudian mencoba membuka jendela rumah dan menemukan bercak darah di kasur.
Warga Temukan Tangan Tergeletak
Kecurigaan semakin kuat saat salah seorang warga melihat sebuah tangan tergeletak melalui lubang di dapur rumah.
Menyadari ada yang tidak beres, warga segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Setelah tiba di lokasi, polisi langsung memasang police line di sekitar rumah dan memulai olah TKP.
Identifikasi Korban dan Kondisi Anak
Polisi mengidentifikasi korban tewas sebagai AK (38), K (34), dan anak mereka yang berusia 9 tahun, CA.
Sementara itu, anak bungsu mereka, S (8), ditemukan dalam kondisi kritis dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kapolres Kediri, AKBP Bimo Ariyanto, membenarkan bahwa tiga orang telah meninggal dunia dan satu anak berada dalam kondisi kritis.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan, dan kami sedang melakukan olah TKP,” ujarnya kepada awak media.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa dugaan sementara adalah pembunuhan, meskipun penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan.
Keluarga korban dikenal sebagai warga yang baik, dan AK sendiri adalah seorang guru yang aktif mengajar di sekolah.
Penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian diharapkan dapat mengungkap motif dan pelaku di balik tragedi ini. (nda)
Editor : Nindia Aprilia