SOLOBALAPAN.COM - Nama Habib Zaidan Bin Yahya turut menjadi sorotan publik usai Gus Miftah lontarkan kalimat kasar kepada seorang pedagang Es di Magelang.
Saat itu, Gus Miftah tengah berinteraksi dengan salah seorang Pedagang dan menanyakan terkait barang dagangannya.
Namun, kala itu Gus Miftah lontarkan kalimat-kalimat yang dinilai tidak etis apalagi Ia merupakan seorang Ulama dan juga Utusan Khusus Presiden.
"Es teh kamu masih banyak tidak?" tanya Gus Miftah kepada pedagang es.
"Masih," jawab bapak pedagang es.
"Ya sana dijual, goblok!" kalimat ini dilontarkan oleh Gus Miftah sembari tertawa dan merespons ke orang di sampingnya.
Sempat tersorot kamera, bapak penjual es ini terlihat beberapa kali menghela nafas setelah mendengar perkataan Gus Miftah.
Apalagi, hal ini disampaikan oleh seorang ahli agama di depan banyak jamaah lainnya.
"Makannya jual dulu, kalau tidak laku ya takdir," lanjut Gus Miftah.
Kalimat yang dilontarkan oleh Gus Miftah ini disambut dengan tawa oleh beberapa ulama disekitarnya.
Salah satunya adalah Habib Zaidan Bin Yahya yang berada tepat disebelah Gus Miftah.
Ia terlihat tertawa saat Gus Miftah melontarkan beberapa kalimat menyakitkan tersebut, bahkan bapak penjual es ini beberapa kali terlihat menghela nafas.
Sementara itu, kini melalui akun instagram pribadinya, Habib Zaidan Bin Yahya turut sampaikan permintaan maaf yang mendalam.
"Sebenarnya itu kalimat spontan tidak kalimat yang diniatkan untuik di ucapkan dan Gus Miftah sudah meminta maaf atas kesalahannya, sehat selalu bos bakul estehku" tulisnya di akun instagram @zaidan_yahya.
Selain itu, Ia juga mengaku bersalah karena ikut tertawa saat Gus Miftah melontarkan kalimat tersebut.
"Saya atas nama pribadi juga meminta maaf kepada bapak Sonhaji atas diri saya yang ikut tertawa ketika bapak diberikan guyon yang kurang pas..insha Allah ada hikmahnya diantara semua ini" Lanjut Habib Zaidan.
Sementara itu akun instagram Habib Zaidan Bin Yahya terpantau menonaktifkan kolom komentarnya setelah video itu viral.
Akun dengan 859 pengikut ini terlihat tidak memiliki aktifitas interaksi diantaranya dan para warganet. (nda)
Editor : Nindia Aprilia