Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Riwayat Pendidikan Gus Miftah Disorot Netizen Usai Viral Berkata Kasar ke Penjual Es Teh saat Dakwah: Ternyata Pernah DO?

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 3 Desember 2024 | 23:43 WIB
Gus Miftah jadi sorotan publik usai berkata kasar terhadap seorang penjual es di Magelang.
Gus Miftah jadi sorotan publik usai berkata kasar terhadap seorang penjual es di Magelang.

SOLOBALAPAN.COM - Pendidikan Gus Miftah menarik perhatian publik setelah sebuah video yang menampilkan dirinya memaki seorang penjual es teh viral di media sosial.

Kejadian ini terjadi saat Gus Miftah yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden tengah melakukan dakwah di Magelang, Jawa Tengah.

Dalam video tersebut, Gus Miftah terlihat mengeluarkan kata-kata kasar kepada penjual es teh yang hadir dalam acara dakwahnya.

Tindakannya ini langsung memicu kontroversi, dengan banyak pihak yang menilai bahwa ia telah mempermalukan orang tersebut di depan umum.

“Es tehmu sih akeh (masih banyak) nggak? Ya sana jualin, gobl*k,” kata Gus Miftah dengan nada tinggi di tengah acara.

Namun, bukannya menghentikan perkataannya, Gus Miftah malah semakin memperburuk suasana dengan menyatakan bahwa hal tersebut merupakan takdir si penjual es teh jika dagangannya tidak laku.

“Jual dulu, nanti kalau (es teh) belum laku, ya udah, takdir,” tambahnya.

Tentu saja, pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari netizen.

Banyak yang merasa kecewa dengan sikap Gus Miftah, mengingat ia dikenal sebagai tokoh agama, namun justru menunjukkan perilaku yang bertentangan dengan citra yang seharusnya dimiliki oleh seorang ulama.

Kata kunci "Miftah" pun menjadi tren di media sosial, terutama di platform X, yang membicarakan insiden ini lebih dari 10 ribu kali hingga Selasa (3/12/2024).

Akibat peristiwa tersebut, warganet mulai mempertanyakan latar belakang pendidikan Gus Miftah, yang mungkin dapat memberikan pemahaman lebih tentang sosoknya.

Berikut ini adalah riwayat pendidikannya.

Miftah Maulana Habiburrahman, yang lebih dikenal dengan nama Gus Miftah, lahir di Lampung pada 5 Agustus 1981.

Ia memulai pendidikan di Pondok Pesantren Pembangunan Bustanul Ulum di Lampung Tengah.

Selanjutnya, Gus Miftah melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Nurul Huda di Sragen.

Setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga, yang kini dikenal dengan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Saat kuliah, Gus Miftah aktif dalam kegiatan pengajian di Pondok Pesantren yang ada di sekitar Yogyakarta.

Namun, ia memutuskan untuk keluar (drop out) pada tahun terakhir kuliahnya di universitas tersebut.

Keputusan ini diambil Gus Miftah karena ia merasa lebih tertarik melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Sultan Agung di Semarang, mengambil program studi Pendidikan Agama Islam.

Meski kuliah di Semarang, Gus Miftah justru memilih untuk mendirikan Pondok Pesantren Ora Aji di Yogyakarta, sebuah pesantren yang ia kelola hingga saat ini.

Gus Miftah tetap aktif menjadi pengasuh di pesantren yang ia dirikan tersebut.

Sebagai informasi tambahan, Gus Miftah merupakan keturunan ke-9 dari Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari Ponorogo.

Latar belakang keluarganya yang kuat dalam dunia pesantren turut mempengaruhi perjalanan hidupnya sebagai seorang pengasuh pesantren dan tokoh agama.

Meskipun berfokus pada dunia agama, Gus Miftah memutuskan untuk terjun ke dunia politik dan akhirnya dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi Utusan Khusus Presiden.

Dalam posisi ini, Gus Miftah diamanatkan untuk menangani isu-isu terkait kerukunan dan toleransi di masyarakat Indonesia.

Pendidikan yang ditempuh Gus Miftah, yang menggabungkan studi agama dan pengasuhan pesantren, menunjukkan bagaimana beliau mengembangkan pemahaman mendalam tentang Islam dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Beda Sikap Antara Niken Salindry dan Gus Miftah saat Berinteraksi dengan Pedagang Es! Netizen: Adab Lebih Penting!

Keputusan untuk mendirikan Pondok Pesantren Ora Aji di Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam membentuk masyarakat yang lebih baik melalui pendidikan agama.

Namun, insiden yang baru-baru ini terjadi memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi oleh para tokoh agama dalam menjaga citra dan etika sosial.

Dalam konteks ini, penting untuk mengevaluasi bagaimana pendidikan dan pengalaman hidup seorang tokoh agama seharusnya tercermin dalam perilaku dan sikap mereka, baik di ruang publik maupun pribadi. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#pendidikan #viral #gus miftah #es teh