SOLOBALAPAN.COM - Jagat media sosial digemparkan oleh viralnya video penangkapan Rohidin Mersyah, Gubernur Bengkulu sekaligus calon gubernur petahana dalam Pilkada 2024.
Video Rohidin Mersyah tersebut menunjukkan momen penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (23/11/2024) malam.
Dalam video yang diunggah akun X @Mdy_Asmara1701, terlihat Rohidin Mersyah memakai seragam Polantas, diduga untuk menyamarkan identitasnya.
Operasi tangkap tangan (OTT) ini tidak hanya melibatkan Rohidin, tetapi juga tujuh kepala dinas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu.
OTT dilakukan oleh KPK dengan pengamanan di Mapolresta Bengkulu, tempat para tersangka dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengonfirmasi bahwa OTT ini terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemprov Bengkulu.
"Ada tujuh orang yang diamankan, detailnya akan kami sampaikan nanti," ujar Alex pada Minggu (24/11/2024).
Siapa Rohidin Mersyah?
Rohidin Mersyah, yang lahir pada 9 Januari 1970 di Bengkulu Selatan, memiliki perjalanan karier yang panjang di dunia politik dan akademis.
Sebelum menjadi Gubernur Bengkulu, ia menjabat sebagai Wakil Bupati Bengkulu Selatan (2010–2015).
Ketika Gubernur Ridwan Mukti tersandung kasus korupsi pada 2017, Rohidin diangkat menjadi Pelaksana Tugas Gubernur, kemudian terpilih secara definitif untuk periode 2018–2021.
Sebagai gubernur, Rohidin dikenal memperjuangkan pembangunan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Ia juga seorang akademisi, mengajar di Universitas Bengkulu untuk program pascasarjana.
Pendidikan tinggi yang ia tempuh, mulai dari S-1 di Universitas Gadjah Mada hingga S-3 di Institut Pertanian Bogor, mencerminkan latar belakang intelektual yang kuat.
Namun, penangkapan ini menjadi pukulan telak bagi Rohidin yang tengah menjalani masa kampanye sebagai calon gubernur petahana.
Kasus OTT ini juga menodai citra politiknya, mengingat ia sebelumnya dikenal dengan pendekatan kebijakan yang berbasis ilmiah dan berorientasi pada pembangunan.
Pihak KPK menemukan indikasi kuat keterlibatan Rohidin dalam kasus ini.
Menurut Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Deddy Nata, Rohidin adalah orang terakhir yang dibawa ke Mapolresta oleh KPK dengan menggunakan tiga mobil. (lz)
Editor : Laila Zakiya