SOLOBALAPAN.COM - Nama Robby Adriansyah kembali menjadi sorotan publik setelah video klarifikasinya viral di media sosial.
Robby Adriansyah yang merupakan mantan petugas Lapas Tanjung Raja, Sumatera Selatan, ini membantah tudingan bahwa dirinya positif narkoba, menyusul kontroversi video viral yang menunjukkan dugaan pesta narkoba oleh narapidana di dalam lapas tersebut.
Melalui video yang diunggah oleh akun TikTok @jakartaviral_ pada 16 November 2024, Robby Adriansyah dengan tegas mengatakan bahwa ia hanya positif benzodiazepin (benzo), obat yang diresepkan dokter.
“Tidak ada saya positif narkoba, (hanya) positif benzo. Itu obat resmi, saya punya dokter, saya punya obat, itu dikeluarkan oleh resep dokter resmi Rumah Sakit Ernaldi Bahar,”** ujarnya, menepis tudingan Kadivmas yang menurutnya telah mencemarkan nama baiknya.
Robby juga mempertanyakan dasar tuduhan bahwa ia menggunakan narkoba, seperti sabu atau ekstasi.
“Tolong Bapak jelaskan buktinya mana, positif apa. Kenapa tidak langsung tunjukkan info kepada media?” tegasnya dalam video klarifikasi lanjutan yang diunggah pada 18 November 2024.
Kontroversi ini bermula dari keberanian Robby menyebarkan video yang menunjukkan dugaan pesta narkoba di Lapas Tanjung Raja.
Dalam video tersebut, terlihat para narapidana menggunakan sabu dan handphone, barang terlarang di lapas.
Namun, alih-alih mendapatkan apresiasi, Robby justru menghadapi mutasi ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) di Baturaja.
Ia bahkan dituduh menyebarkan hoaks oleh pihak terkait.
"Kenapa yang dibahas saya yang bermasalah? Bahas saja kenapa video itu bisa ada handphone, bisa ada sabu," ucapnya penuh emosi.
Dalam klarifikasinya, Robby meminta bantuan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut kasus ini.
Dengan nada emosional, ia berkata: “Bapak Presiden Prabowo Subianto, bantu saya, Pak. Ini emosi saya sudah nggak tahan, Pak.”
Robby juga menyatakan komitmennya untuk memerangi praktik Halina (Handphone, Pungli, dan Narkoba) serta KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) di dalam sistem pemasyarakatan.
“Saya pribadi siap bertanggung jawab atas kebenaran yang saya ucapkan di video viral tersebut,” tulisnya dalam surat pernyataan yang ditandatangani bersama Kepala Rupbasan. (lz)