SOLOBALAPAN.COM – Peristiwa carok yang merenggut nyawa Jimmy Sugito Putra, pendukung calon bupati (cabup) Sampang nomor urut 2, Slamet Junaidi (Aba Idi) dan Ahmad Mahfudz, meninggalkan luka mendalam.
Korban Jimmy Sugito Putra yang dikenal sebagai tulang punggung keluarga kini menyisakan duka bagi istri, dua anak kecil, serta seorang adik perempuan berkebutuhan khusus.
Jimmy Sugito Putra, yang tewas usai dikeroyok menggunakan senjata tajam pada Minggu, 17 November 2024, dikenal sebagai sosok pekerja keras yang merawat adik perempuannya setelah mereka kehilangan kedua orang tua saat masih kecil.
Menyikapi tragedi ini, Slamet Junaidi, yang akrab disapa Aba Idi, menyatakan akan bertanggung jawab atas masa depan keluarga Jimmy.
Dalam unggahannya di akun Facebook pribadinya, Selasa (19/11/2024), Aba Idi berjanji untuk menanggung biaya pendidikan kedua anak Jimmy hingga jenjang perguruan tinggi.
“InsyaAllah akan kita tanggung, semua biaya sekolahnya sampai apa namanya kuliah dan seterusnya bekerja,” ujar Slamet Junaidi.
Tidak hanya itu, Aba Idi juga akan menanggung biaya hidup sehari-hari istri dan kedua anak Jimmy menggunakan dana pribadinya.
Ia mengungkapkan rasa ibanya terhadap keluarga korban dan mengenang Jimmy sebagai sosok yang baik.
“Mudah-mudahan Almarhumah di tempatkan di sisi Allah SWT. Karena beliau, saya selama kenal orang baik,” tambahnya.
Jimmy Sugito meninggalkan dua anak kecil yang masing-masing berusia 5 tahun dan 2 tahun. Kehilangan ini membuat mereka menjadi yatim.
Selain itu, adik perempuan Jimmy yang berkebutuhan khusus kini juga kehilangan tulang punggung yang selama ini merawatnya.
Dalam sebuah video yang beredar, terlihat adik perempuan Jimmy menangis pilu.
Seorang pria dalam video tersebut menjelaskan, “Jimmy adalah tulang punggung keluarga. Orang tuanya sudah meninggal sejak mereka masih kecil.”
Pria tersebut juga memohon bantuan agar adik Jimmy bisa melihat jenazah kakaknya.
“Tolong ini diantarkan ke Ketapang, Ini adiknya ingin tau jenazah, Tolong dibantu pak,” ujar pria tersebut dalam video.
Jimmy Sugito tewas setelah dikeroyok lima orang bersenjata tajam.
Insiden ini diduga bermotif politik, karena korban adalah saksi Paslon Pilkada Sampang 2024 nomor urut 2, Slamet Junaidi - Ahmad Mahfudz (Jimad Sakteh).
Nyawa Jimmy tak tertolong meski sempat dilarikan ke rumah sakit. Luka parah akibat serangan benda tajam membuatnya kehabisan darah sebelum mendapatkan pertolongan medis. (lz)
Editor : Laila Zakiya