Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Polda Ambil Alih, FS Ditangkap di Kasus Viral Carok Madura Tewaskan 1 Orang akibat Beda Pilihan Politik, Lainnya Diburu!

Laila Zakiya • Selasa, 19 November 2024 | 18:45 WIB
Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto menyampaikan keterangan pers terkait penanganan kasus
Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto menyampaikan keterangan pers terkait penanganan kasus

SOLOBALAPAN.COM – Insiden carok berdarah di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, terus bergulir.

Salah satu pelaku yang diduga terlibat dalam pembacokan, berinisial FS, berhasil ditangkap oleh Polda Jawa Timur pada Senin (19/11/2024) malam.

Peristiwa carok maut ini, yang dipicu oleh perbedaan pilihan politik, telah menewaskan seorang warga dan menambah daftar panjang kekerasan dalam Pilkada.

“Alhamdulillah kami telah mengamankan satu orang tersangka berinisial FS. Dan mudah-mudahan dengan penangkapan satu orang tersangka ini nantinya bisa cepat dikembangkan ke tersangka lain,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto di Mapolres Sampang, seperti dikutip dari Antara.

Kapolda Jatim menjelaskan bahwa penanganan kasus ini telah resmi diambil alih oleh Polda Jatim untuk memastikan Polres Sampang dapat fokus pada pengamanan tahapan Pilkada.

“Karena itu, saya juga memohon doa kepada rekan-rekan dan masyarakat di Kabupaten Sampang ini semoga kita bisa menangkap pelaku lain, kita proses, dan kita tegakkan hukum seadil-adilnya,” ujar Imam.

Saat ini, FS ditahan di Mapolda Jatim, dan penyelidikan terus dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku lain yang terlibat dalam serangan tersebut.

Korban dalam insiden ini diketahui bernama Jimmy Sugito Putra, seorang pendukung sekaligus saksi dari pasangan Calon Bupati Sampang nomor urut 2, Slamet Junaidi-Achmad Mahfudz (Jimat Sakteh).

Ketua Tim Pemenangan Jimat Sakteh, Surya Noviantoro, mengungkapkan bahwa korban menjadi sasaran pengeroyokan setelah calon bupati mereka, Slamet Junaidi, melakukan kunjungan ke salah satu tokoh agama di Ketapang.

“Karena itu kami menyampaikan ungkapan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya terhadap keluarga korban dan meminta agar polisi mengusut tuntas kasus ini,” ujar Novi pada Ahad (17/11/2024) malam, seperti dilansir SoloBalapan.com dari Republika.

Tragedi ini bermula setelah Slamet Junaidi berkunjung ke rumah seorang tokoh agama di Desa Ketapang Laok.

Baca Juga: Kenapa Video Carok Madura Viral? Ternyata Penyebab Warga Sampang Dibunuh Gara-Gara Perkara Pilihan Politik!

Saat hendak meninggalkan lokasi, rombongan sempat dihadang oleh massa bersenjata celurit.

Beruntung, Slamet Junaidi berhasil menghindari konfrontasi dengan mengambil jalur alternatif.

Namun, massa penghadang tidak berhenti di situ. Mereka memasuki area lokasi yang sebelumnya dikunjungi oleh rombongan calon bupati tersebut.

Cekcok mulut sempat terjadi di tempat itu, hingga akhirnya berujung pada aksi pengeroyokan terhadap korban.

Jimmy Sugito Putra, yang berasal dari Kabupaten Pamekasan dan tinggal di Desa Ketapang Laok karena berkeluarga, menjadi salah satu korban utama dalam serangan brutal ini. Ia tewas di lokasi akibat luka parah yang dideritanya.

Surya Noviantoro menduga kuat bahwa insiden ini bermotif politik.

“Insiden berdarah itu terjadi setelah Calon Bupati Slamet Junaidi berkunjung ke salah satu tokoh agama di Ketapang dan sempat dihadang massa bersenjata celurit,” ungkapnya.

Polda Jatim kini terus menggali lebih dalam motif serta keterlibatan pihak-pihak lain dalam insiden ini.

Mereka berjanji akan menegakkan hukum dengan adil untuk memberikan keadilan kepada keluarga korban dan menjaga stabilitas Pilkada di Sampang. (lz)

 

Editor : Laila Zakiya
#polda jatim #carok #madura #slamet junaidi #pilkada 2024 #sampang #Jimat Sakteh