SOLOBALAPAN.COM – Nama Bupati petahana Biak Numfor, Herry Ario Naap, kembali menjadi sorotan setelah viralnya dugaan pencabulan terhadap seorang laki-laki.
Namun, di tengah kasus yang semakin memanas, Herry Ario Naap justru mengunggah video terbaru di media sosial, menyampaikan pesan yang cukup kontroversial dan dukungan dari para pendukungnya.
Dalam video tersebut, Herry Ario Naap berbicara dengan nada penuh keyakinan, menegaskan bahwa dirinya telah menjalani tugas dengan hati dan jiwa untuk melayani rakyat Biak Numfor.
“Tuhan tahu hati saya dan jiwa raga ini untuk melayani rakyat,” kata Herry dalam video itu.
Unggahan Herry ini muncul di saat publik sedang ramai membahas foto-foto yang diunggah oleh aktivis Lex Wu di akun X miliknya.
Foto-foto itu diduga menunjukkan tindakan tidak pantas yang melibatkan Herry dan seorang laki-laki.
Bahkan, Lex Wu juga membagikan video pengakuan seorang pemuda yang mengklaim sebagai korban pelecehan oleh Herry.
Menurut pengakuan pemuda tersebut, insiden itu terjadi di sebuah kamar, di mana ia merasa dilecehkan oleh Herry.
“Awalnya saya berdiri, dia (Herry) dorong saya ke tempat tidur. Kemaluan dia digesek kepada saya punya lutut,” ujarnya dengan suara gemetar.
Korban juga mengungkap bahwa Herry telah mengawasi dirinya sejak masa SMA, dan ketika menolak, ia justru diancam akan dibunuh jika berani membocorkan kejadian tersebut.
Dalam unggahannya, Herry menekankan bahwa selama lima tahun memimpin, ia selalu mengutamakan hati dan jiwa untuk rakyat Biak dan Papua.
“Selama 5 tahun saya memimpin hati ini dan jiwa untuk rakyat Biak Numfor, untuk Biak, dan untuk Papua,” pungkasnya.
Meski demikian, video tersebut memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat.
Beberapa mendukung Herry, sementara lainnya mempertanyakan maksud unggahan ini, mengingat waktu rilisnya yang bertepatan dengan mencuatnya isu dugaan pencabulan.
Kasus ini menjadi semakin relevan karena pemilihan calon bupati (Cabup) Biak Numfor semakin dekat.
Isu ini tidak hanya menyerang reputasi Herry secara pribadi, tetapi juga berpotensi memengaruhi elektabilitasnya sebagai kandidat petahana. (lz)
Editor : Laila Zakiya