SOLOBALAPAN.COM - Insiden carok berdarah kembali mengguncang Madura pada Minggu (17/11/2024), dipicu oleh perselisihan politik yang berujung maut.
Diketahui kejadian ini terjadi di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang yang dipicu perbedaan pilihan Calon Gubernur (Cagub).
Kejadian ini diungkap melalui unggahan akun X @bacottetangga__, yang menyebut bahwa pertikaian tersebut bermula dari beda pilihan dalam pemilihan calon bupati (Cabup) setempat.
Awal Mula Konflik
Menurut informasi yang beredar, insiden ini bermula ketika korban, seorang warga setempat, terlibat cekcok dengan sekelompok orang yang tidak sependapat dengan pilihannya dalam Pilkada.
Perselisihan mulanya hanya berupa adu mulut, namun ketegangan meningkat dengan cepat hingga memicu tindakan brutal.
"Kabarnya diduga perihal beda pilihan politik untuk pemilihan Cabup di sana," tulis akun @bacottetangga__ di platform X.
Puncak Aksi Carok: Pengeroyokan dengan Senjata Tajam
Pertengkaran yang terjadi di lokasi kejadian semakin memanas hingga para pelaku mengeluarkan senjata tajam (sajam).
Tanpa ampun, mereka melakukan pembacokan yang mengakibatkan korban tewas di tempat. Teriakan histeris terdengar dari warga yang menyaksikan aksi kekerasan tersebut.
"Seorang warga di Madura jadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh sekelompok orang hingga meninggal dunia," tulis akun @bacottetangga__ dalam unggahannya.
Kejadian ini memicu kemarahan masyarakat setempat yang mengecam tindak kekerasan hanya karena perbedaan pilihan politik. Di media sosial, warganet ramai mengutuk aksi carok yang terjadi.
"Belain politikus sampai membunuh itu tindakan bodoh," ucap akun @jumadi097 yang menyuarakan kegeramannya.
Insiden carok ini menunjukkan betapa perbedaan politik masih menjadi sumber konflik di tengah masyarakat, terutama di daerah dengan tradisi yang kuat seperti Madura.
Kepolisian setempat diharapkan segera mengusut kasus ini dan menindak tegas pelaku agar tidak terjadi kekerasan lebih lanjut. (nda)
Editor : Nindia Aprilia