SOLOBALAPAN.COM – Polisi tengah menyelidiki kasus dugaan penyekapan 12 perempuan dewasa di sebuah rumah di Jalan Sememi Jaya I, Benowo, Surabaya.
Para korban yang disekap di Benowo tersebut diketahui direkrut melalui lowongan kerja online di Facebook.
Ke-12 perempuan yang disekap di Benowo itu dijanjikan pekerjaan sebagai pemandu lagu atau ladies companion (LC).
Mirisnya, mereka hanya mendapat bayaran Rp 700 ribu untuk kerja selama tiga jam.
Namun, hingga ditemukan, para perempuan ini belum dipekerjakan, malah disekap tanpa kejelasan.
Kapolsek Benowo Kompol Didik Sulistyo menjelaskan bahwa modus perekrutan dilakukan sepenuhnya secara daring tanpa pertemuan langsung.
"Perekrutan melalui Facebook, jadi mereka belum pernah bertemu langsung. Saat ini masih dalam penyelidikan," ujar Didik, Sabtu (16/11), seperti dilansir dari Radar Surabaya.
Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat melalui voice note ke layanan darurat 112 dan 110.
Dalam penggerebekan, tim gabungan menemukan para korban berada di beberapa kamar di dalam rumah tersebut.
"Ada kamar yang diisi empat hingga lima orang. Tidak ada laki-laki di dalam kamar. Semua perempuan ini sudah dewasa dan mayoritas berasal dari luar Surabaya, seperti Magelang dan Jakarta,” ungkap Didik.
Mereka awalnya dijanjikan bayaran Rp 700 ribu untuk kerja selama tiga jam, namun nyatanya, para perempuan ini hanya dibiarkan menunggu tanpa kepastian.
"Mereka dijanjikan kerja sebagai ladies companion (LC) atau pemandu lagu, tapi sampai ditemukan belum dipekerjakan," tambahnya.
Kapolsek Didik mengungkapkan, pengungkapan ini bermula dari adanya laporan melalui voice note yang dikirim ke layanan Command Center 112.
Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Benowo, Kecamatan Benowo, dan Satpol PP langsung menindaklanjuti laporan tersebut.
"Begitu sampai di lokasi, teman-teman masuk dan ternyata di dalam ditemukan 12 perempuan dewasa," jelas Didik. (lz)
Editor : Laila Zakiya