SOLOBALAPAN.COM - Nama Ivan Sugianto tengah menjadi sorotan publik setelah diduga terlibat dalam kasus intimidasi terhadap seorang siswa di SMAK Gloria 2 Surabaya.
Insiden ini bermula ketika anak Ivan terlibat keributan dengan salah seorang siswa di sekolah tersebut, yang akhirnya memicu amarah Ivan.
Berdasarkan sejumlah video yang beredar di media sosial, terutama di platform X (Twitter), tampak Ivan Sugianto mendatangi siswa yang terlibat konflik dengan anaknya.
Dalam video itu, Ivan terlihat meminta siswa tersebut untuk sujud di hadapannya, bahkan memaksanya menggonggong seperti anjing. Salah satu akun yang pertama kali mengungkap kejadian ini adalah @LexWu_13.
"Kalau dibilang ibu korban yang diminta sujud dan menggonggong sampai masuk rumah sakit karena shock nggak kuat lihat anaknya dipaksa sujud dan menggonggong, itu benar adanya!" tulis akun @LexWu_13.
Seiring dengan viralnya video tersebut, warganet mulai menggali informasi lebih lanjut tentang Ivan Sugianto.
Ternyata, Ivan bukan hanya sosok biasa. Ia dikenal sebagai pengusaha hiburan malam di Surabaya dengan jaringan yang cukup kuat.
Akun @GuyFawkes_1945 mengungkapkan, “Ivan Sugianto, salah satu pengusaha hiburan malam di Surabaya. 2020 gara-gara masalah perempuan kena tempel SONI."
Lebih lanjut, akun @JohnT7582 menambahkan, “Dia pengusaha hiburan malam di Surabaya, tahu sendiri lah bekingan siapa. Yang bikin ortu Gloria 2 jiper, dia bawa-bawa nama Wei Fan, ternyata Wei Fan bilang kagak kenal dia.”
Warganet juga berusaha mencari akun Instagram milik Ivan, namun hingga kini belum ditemukan.
Akun @LexWu_13 menyebut, “IG bininya di set Private.. nggak bisa di DM. Nama IG lakinya nggak tau gue. Mau tau gue dekingan dia siapa.”
Sementara itu, konflik antara Ivan dan keluarga siswa dikabarkan telah berujung damai, dengan adanya penandatanganan surat kesepakatan dari kedua pihak.
Namun, beredar kabar bahwa proses damai ini disertai dugaan intimidasi dari pihak Ivan.
Kejadian ini membuat publik mempertanyakan keadilan dan meminta penegak hukum untuk menyelidiki lebih lanjut dugaan penyalahgunaan kekuasaan oleh Ivan Sugianto yang dikenal memiliki jaringan kuat di Surabaya. (nda)
Editor : Nindia Aprilia