SOLOBALAPAN.COM – Kasus pembunuhan sadis yang terjadi di Hotel Johar, Semarang Tengah, mengejutkan publik setelah terungkap bahwa korban, seorang wanita berusia 25 tahun bernama Nadia Juni Setya Utami, tewas di tangan pelanggan yang marah karena merasa tertipu oleh foto profil palsu.
Kasus ini melibatkan pelaku Eko Prasetyo (22), yang kini mendekam di balik jeruji besi setelah ditangkap dengan luka tembak di kakinya saat mencoba melarikan diri.
Kronologi kasus ini dimulai ketika Eko Prasetyo melakukan transaksi melalui aplikasi MiChat untuk jasa open BO.
Tersangka Eko, yang saat itu menginap di Hotel Johar sejak Selasa (5/11/2024), telah melakukan kencan dengan beberapa wanita sebelumnya.
Pada Kamis (7/11/2024), ia melakukan transaksi dengan korban, Nadia.
Namun, ketika Nadia tiba di kamar hotel, Eko merasa kecewa karena penampilan fisik korban tidak sesuai dengan foto yang dipajang di MiChat.
"Saya komplain, kok beda sama yang di foto. Yang di foto cantik, tapi yang datang enggak sesuai," ungkap Eko saat konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, dilansir dari Radar Semarang.
Setelah berhubungan badan selama 45 menit, korban masuk ke kamar mandi.
Namun, ketika keluar, korban melontarkan komentar yang dianggap merendahkan Eko, yang sudah merasa kecewa sebelumnya.
"Kamu itu wong lanang lemu kok order-order MiChat, mas," kata korban, seperti yang ditirukan oleh Eko.
Merasa tersinggung dengan ucapan tersebut, Eko menjadi gelap mata.
Dia mencekik korban selama hampir lima menit hingga korban tak sadarkan diri.
"Awalnya korban saya pojokkan di tembok, lalu dicekik dan diinjak di dada," bebernya.
Setelah korban meninggal, Eko sempat duduk santai di kamar, menonton TV, dan merokok.
Tak tahu harus berbuat apa, akhirnya Eko memutuskan untuk menyembunyikan jenazah di bawah kolong kasur.
"Malam itu saya nggak bisa tidur. Saya pikir kalau taruh di kamar mandi, nanti ketahuan resepsionis," jelasnya.
Setelah menyembunyikan mayat korban, Eko kabur ke Boyolali dengan menggunakan angkutan umum.
Namun, pelariannya tidak berlangsung lama.
Petugas Satreskrim Polrestabes Semarang bersama Jatanras Polda Jateng berhasil melacak keberadaannya.
Saat hendak ditangkap, Eko mencoba melarikan diri sehingga polisi terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan di kaki.
"Iya, itu pas saya sedang ngopi di Terminal Boyolali," ujar Eko saat dihadirkan di Mapolrestabes Semarang.
Jenazah Nadia ditemukan pada Sabtu (9/11/2024) setelah karyawan hotel mencium bau menyengat yang keluar dari kamar nomor 24.
Petugas hotel yang curiga lantas melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Tim Inafis Polrestabes Semarang yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP dan menemukan bekas cekikan di leher korban.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, mengonfirmasi bahwa pelaku juga mengambil barang milik korban berupa handphone dan membawa kunci kamar saat melarikan diri. (lz)
Editor : Laila Zakiya